Oleh: Anne.Y.Wachyuni
KABARHIBURAN.id – Dalam nuansa yang penuh khidmat, gema ayat-ayat suci Al-Qur’an melantun indah dari suara merdu ustaz Mpep, menandai dibukanya sebuah babak baru dalam perjalanan spiritual bagi warga Perumahan Pangauban Silih Asih, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Tepatnya pada Jumat, 11 Juli 2025 silam, Masjid Rahadatul Ummah diresmikan. Tak sekadar bangunan fisik, masjid ini hadir sebagai simbol kebanggaan, pusat keagamaan, dan rumah kekhusyukan bagi umat.
Berdesain megah dengan sentuhan arsitektur modern yang berpadu harmonis dengan unsur tradisional, masjid ini memikat siapa saja yang memandangnya.
Kubah elegan, halaman yang asri, ruang shalat yang luas, hingga fasilitas wudhu dan toilet yang bersih, menjadi bagian dari kenyamanan yang dihadirkan bagi para jamaah. Namun, lebih dari sekadar kenyamanan, yang hadir dalam peresmian ini adalah getaran batin: kebersamaan yang tulus dan harapan yang menyala.
Dalam sambutannya, ustaz Cecep Beni, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Pangauban, menyuarakan makna terdalam dari kehadiran masjid ini.
“Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol kesatuan hati, pusat kegiatan sosial, dan cerminan nilai-nilai keagamaan yang akan terus hidup dalam generasi kita,” ujarnya penuh harap.
Senada dengan itu, Kepala Desa Batujajar, Deden Mulyadi, memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk al-Manaroh Foundation dari Yaman, warga Perumahan Pangauban, dan pihak pengembang.

“Perjalanan membangun masjid ini bukan hal mudah, namun berkat semangat gotong royong dan kolaborasi semua pihak, akhirnya berdirilah rumah Allah ini. Terima kasih khusus kami sampaikan kepada Bapak H. Damhuri, CEO PT Perfecta, atas kontribusinya yang luar biasa, termasuk pemberian ambulance untuk masyarakat,” ungkapnya.
Momentum peresmian ini pun kian istimewa dengan shalat Jumat berjamaah yang diikuti ratusan warga, dilanjutkan dengan ceramah agama, doa bersama, dan makan siang dalam nuansa kekeluargaan.
Senyum merekah dari wajah para jamaah, terlebih saat undian doorprize dibagikan – dari handphone hingga kurma Arab – seolah menjadi penguat rasa syukur dan kebahagiaan.
Yang tak kalah bermakna, penyerahan satu unit ambulance secara simbolis oleh PT Perfecta kepada pengurus masjid menjadi penutup acara yang mengesankan.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelayanan darurat dan kesehatan masyarakat sekitar.
Peresmian Masjid Rahadatul Ummah bukan hanya menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tonggak awal tumbuhnya peradaban kecil di tengah masyarakat—peradaban yang dibangun atas dasar iman, kasih sayang, dan pengabdian.
Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, tersimpan harapan agar generasi hari ini dan yang akan datang senantiasa menjadikan masjid sebagai pusat keberkahan dan cahaya kehidupan. (KH/***)
