KABARHIBURAN.ID –Tangerang tengah bersiap menjadi pusat perhatian internasional berkat penyelenggaraan sebuah pertemuan besar bertema “Ibadah Murni” yang akan digelar pada dua akhir pekan di Desember 2025.
Acara tersebut akan digelar di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada 12-14 Desember dan 26-28 Desember 2025.
Event berskala global ini diperkirakan menghadirkan delegasi dari 21 negara sekaligus memberikan suntikan ekonomi hingga
USD 27 juta atau sekitar Rp440 miliar bagi wilayah Jakarta–Tangerang.
Proyeksi pengeluaran ini dinilai mampu memperkuat sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM.
Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD dipilih karena mampu menampung puluhan ribu pengunjung dan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para peserta dari berbagai belahan dunia.
Ario Sulistiono, Juru Bicara Nasional Saksi-Saksi Yehuwa, menyampaikan bahwa
pertemuan internasional ini menjadi kelanjutan tradisi panjang Saksi-Saksi Yehuwa menggelar acara berskala besar di Indonesia, setelah Bandung pada 1963 dan Sentul pada 2017.
Pengunjung akan menikmati beragam sesi, mulai dari ceramah, video, hingga wawancara pengalaman nyata.
“Dalam dunia yang penuh tantangan, ibadah yang murni adalah sesuatu yang bisa selalu kita andalkan seraya kita menantikan masa depan,” ujar Ario Sulistiono.
Acara ini dipastikan akan memberi warna baru bagi akhir tahun di wilayah BSD.
Penjadwalan dalam dua pekan memungkinkan lebih banyak pengunjung berpartisipasi, sekaligus memberi dorongan berkelanjutan bagi sektor wisata, kuliner, hingga ritel lokal.
Kehadiran delegasi dari 21 negara menjadi daya tarik utama, menegaskan status Tangerang sebagai tuan rumah global.
Negara-negara yang akan mengirimkan perwakilan antara lain Australia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Taiwan, Thailand, serta negara-negara jauh seperti Brasil, Kanada, Jerman, Swiss, Austria, Liechtenstein, Luksemburg, Kolombia, India, Italia, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.
Banyak warga yang menyambut antusias, termasuk Josafat, warga Jakarta.
“Kesempatan untuk melihat begitu banyak budaya yang indah dipersatukan dalam acara yang menguatkan ini menjadi salah satu hal istimewa dalam pertemuan ini,” katanya.
Seluruh kegiatan acara ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum, memberikan akses luas bagi masyarakat yang ingin menghadiri sesi-sesi reflektif, menjalin pertemanan baru, atau sekadar menikmati atmosfer pertemuan internasional. (KH/ian)
