Humaniora
Beranda » Humaniora » Batujajar Scoring Day’s 2025: Saat Anak Panah Menguji Diri dan Mental Juara

Batujajar Scoring Day’s 2025: Saat Anak Panah Menguji Diri dan Mental Juara

Official Batujajar Skoring Day's 2025. (Foto - MID Archery)
Official Batujajar Skoring Day's 2025. (Foto - MID Archery)

Oleh: Anne Y. Wachyuni, S.Pd. 

Di antara desir angin, dan bunyi anak panah yang menancap tepat di sasaran, Batujajar Archery kembali menghadirkan sebuah ruang pembelajaran yang bermakna. 

Bertajuk Batujajar Scoring Day’s 2025, ajang tanding internal ini bukan semata kompetisi angka, melainkan proses pendewasaan mental bagi para atlet panahan, terutama mereka yang masih berada di tahap awal perjalanan. 

Digelar selama tiga hari, 19–21 Desember 2025, di markas Batujajar Archery, Jalan Hegarmanah, Kabupaten Bandung Barat, event ini diikuti peserta dari berbagai jenjang usia, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. 

Atmosfernya hangat, namun sarat tantangan. Sebuah kompetisi yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus menempa ketahanan mental para pemanah muda. 

Kumpulan Puisi Ramadan

Lebih dari Sekadar Skor

Bagi Batujajar Archery, Scoring Day’s bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi cermin bagi atlet untuk menilai sejauh mana latihan telah berbuah, sekaligus ruang jujur untuk berdamai dengan kegugupan, tekanan, dan ekspektasi diri sendiri.

“Di sinilah atlet belajar menghadapi situasi pertandingan yang sesungguhnya—bagaimana mengendalikan emosi, fokus, dan percaya pada proses,” ujar Coach Estu Muhammad Prayoga, penyelenggara sekaligus penanggung jawab kegiatan. 

Kompetisi ini menjadi ajang simulasi yang menghadirkan suasana layaknya turnamen resmi. Ketegangan di garis tembak, sorak dukungan orang tua, hingga detik-detik menunggu hasil skore, semuanya dirancang agar atlet terbiasa menghadapi tekanan sejak dini. 

Panggung Awal bagi Atlet Muda

Yang Tak Bisa Dielakkan: Belajar Ikhlas Apa pun yang Terjadi

Bagi atlet pemula, khususnya dari kelompok usia TK dan SD, Batujajar Scoring Day’s 2025 adalah panggung pertama untuk berani tampil. 

Di sinilah mereka belajar bahwa keberanian melangkah ke garis tembak jauh lebih penting daripada sekadar angka di papan skor.

Event ini membuka ruang inklusif bagi atlet baru untuk merasakan atmosfer kompetisi tanpa beban berlebihan. Menang bukan tujuan utama; proses, pengalaman, dan keberanian adalah nilai yang paling dijunjung. 

Juara Kategori Newbie Barebow Putri 4m di ajang Batujajar Skoring Day's 2025. (Foto - MID Archery)
Juara Kategori Newbie Barebow Putri 4m di ajang Batujajar Skoring Day’s 2025. (Foto – MID Archery)

Kategori Pertandingan yang Edukatif

Batujajar Scoring Day’s 2025 mempertandingkan beberapa kategori, antara lain: 

Mengelola Perbedaan dengan Hikmah: Saat Perseteruan Jadi Jalan Kedamaian

First Event Barebow

TK–SD kelas 1–2 (3 meter)

SD kelas 3–6 (4 meter)

SMP–SMA (6 meter) 

Newbie Barebow 

SD kelas 1–3 (4 meter)

SD kelas 4–6 (5 meter)

SMP–SMA (7 meter)

Mom’s (7 meter). 

Dan, kategori Mom’s bersifat have fun, diperuntukkan bagi member aktif Batujajar Archery atau undangan khusus pelatih, dan tidak diikuti atlet profesional. 

Standard Bow

SD (7 meter)

SMP (10 meter)

SMA (12 meter).

Pembagian kategori ini disusun proporsional, menyesuaikan usia dan tingkat pengalaman atlet, agar kompetisi tetap adil sekaligus mendidik. 

Belajar Percaya Diri dan Bertahan

Rasa gugup, tangan bergetar, atau napas yang terasa pendek—semua adalah bagian dari proses. 

Dalam panahan, mental sering kali lebih menentukan daripada kekuatan fisik. 

Batujajar Scoring Day’s mengajarkan satu hal penting: percaya pada latihan, dan menghargai setiap usaha yang telah dijalani.

“Menang adalah bonus. Tapi keberanian untuk mencoba, bertahan, dan menyelesaikan pertandingan dengan jujur adalah kemenangan sejati,” pesan Coach Estu di akhir kompetisi. 

Menanam Nilai, Menuai Karakter

Lebih dari sekadar perlombaan, Batujajar Scoring Day’s 2025 adalah ruang pembinaan karakter. 

Di sana, para atlet belajar saling menyemangati, menerima hasil dengan lapang dada, dan pulang dengan kepala tegak—apa pun skor yang tercatat.

Di balik setiap anak panah yang melesat, tersimpan pelajaran tentang fokus, kesabaran, dan keberanian menghadapi diri sendiri. 

Dan dari Batujajar, nilai-nilai itu terus diarahkan untuk tumbuh, setajam bidikan dan seteguh mental juara. (KH/***)