DIBALIK CANDAAN ADA HATI BERGETAR
Aku menyayangimu
Aku mencintaimu,
dari harapan yang tak masuk nalar
Sungguh aku tahu kau tak sendiri
Senyum dan kecerianmu,
aku mengerti bukan untukku
Namun langkah kecilmu kau tak sadar
ada hati yang bergetar, sembunyi dalam candaan.
Kau bukan milikku, itu aku tahu
dan tak akan pernah, mungkin saja…
Namun, rasa ini, seperti bayangan senja,
Tak pernah hilang sebelum gelap sempurna, hanya memudar perlahan, menanti pekatnya malam.
Aku merasa berdosa dalam diam,
Tuhanku tahu, aku tak meminta berlebihan.
Biarlah aku menyayangimu
dari jauh
Mencintaimu
dari jauh,
dari jauh dan dari jauh
Sebab aku tak punya nyali lebih
Hanya ingin mengagumi tanpa ingin mengusik kebahagiaanmu
Jika ada “keajaiban” , biarlah mengalir sebening kaca…..Jangan ada yang terluka.
Jika perasaan sayang dan cinta ini harus redup dan mati, biarlah dengan tenang,
Tak perlu kau tahu, tak perlu kau tanggung.
Sebab yang paling suci dari menyayangi dan mencintai adalah melepaskan tanpa melukai….
Sukabumi 10 Mei 2025
SEPATU HAK YANG SALAH
Ha ha ha ha ha….
Aku tertawa dalam malu.
Kupikir dirimu single binti sendiri. Eh, ternyata double, dan dibelakang bak “nano nano”, rame seperti sepur lewat.
Kupikir juga jomblo, lha mishuamu humble dan perlente,
sinyal sinyal warna pelangi jebakan belaka.
Baru kukatakan dan bersenandung kecil, “hai” langsung dapat intimidasi serta ancaman.
Senyummu renyah dan manis, lesung di pipi, pastinya bukan untukku.
Ku buka statusmu, lunglai dan tersungkur tubuhku.
Mishuanya gawe dan pegiat militan, kupikir ada celah.
Ternyata dia wanita setia. Ya sudahlah. Sudah…..
Mencintai istri orang, memang salah bilik. Bak seorang teman, beli kaos kaki beda warna dan panjang pendeknya.
Seperti pesan nasi goreng, dapatnya martabak telor xix xix xix xix itu masih bagus.
Lha, pake sepatu dengan hak yang salah…..
Bikin dak dik duk melangkah — seperti menginjak pedal drum tapi bukan karena cinta,
lebih ke rasa takut ditabrak dari belakang.
Ha ha ha ha ha…..
Kutulis coretan tangan ini sambil ngopi sore sendiri beeee, tampa lauk donat kentang yang kau buat tadi siang.
Belajar dari cerita teman, jangan nyolong hati.
Hati hati cinta hadir di tempat yang salah,
Lebih baik minggir, dari pada berurusan bukan sekadar malu.
Cisaat Sukabumi 10 Mei 2025
TIDAK SEPATUTNYA
Senyummu menawan getarkan bilik jantung hangat menusuk di dada.
Bukan dirimu yang bersalah.
Namun, hatiku lupa menjaga rasa.
Begitu sederhananya tatapanmu,
Begitu renyah tawamu bersahaja —- mampu mengguncang dan meruntuhkan benteng jiwaku.
Aku jatuh cinta, karena lemah dalam menjaga mata.
Engkau miliknya.
Itu jelas nyata, dan tak terbantahkan.
Aku hadir hanya bayangan semu belaka — tak seharusnya bertaut dalam kisah.
Aku tahu dan enggeh, pasti luka,
bukan karena rindu yang manja, karena hati ingin setia, pada etika dan makna cinta.
Biarlah aku pergi dari rasa ini,
bantu aku untuk membencimu.
Agar cinta layu dalam diam,
dan tak tumbuh subur di tanah haram.
Depok 27 Februari 2025
CINTA TAK BOLEH DIMILIKI
Ya Allah, ya Robbi.
Kau titipkan rasa ini pada hati yang tahu batasnya — mungkin saja bablas
Dia bak bidadari dalam balutan halal,
bukan untuk kujamah, sekali pun dalam angan dan mimpiku.
Senyum dan tawanya bersahaja,
menggugah jiwa yang seharusnya aku lupakan tanpa syarat.
Semua ini ujian belaka dari
rasa yang Kau izinkan hadir direlung hati —
bukan untuk dipelihara, dipagari
melainkan untuk ditaklukkan dalam sabar dan do’a.
Ya Allah, ya Robbi.
Betapa senyapnya setan menyusup ke dalam darah dan nadi.
Menghias haram seakan indah lembut dan halal.
Aku tersadar, surga bukan tempat bagi cinta yang mencuri hak orang.
Jangan biarkan aku dalam gamang,
ambil rasa indah dan aneh dari dadaku,
gantilah dengan zikir, sholawat peneduh hari hariku — penuh ikhlas yang membebaskan.
Biarlah aku mencintai dalam diam,
dengan cara yang Engkau ridhoi
Dan, aku menjauh darinya
dalam do’a tanpa berharap memilikinya.
Cinta, sayang dan kasih sejati bukan soal memiliki atau tidak.
Akan tetapi lebih kepada menjaga diri tak mencederai titah-Mu yang maha suci.
Depok 13 Mei 2025
