Ragam
Beranda » Ragam » Pasar Malam Festival 2026 di Pangauban, Lebih dari Sekadar Hiburan

Pasar Malam Festival 2026 di Pangauban, Lebih dari Sekadar Hiburan

Pasar Malam Festival 2026 di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto - Anne Y Wachyuni)
Pasar Malam Festival 2026 di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto - Anne Y Wachyuni)

Oleh: Anne Y Wachyuni, S, Pd.

Sejumlah wahana Rp10 ribuan hingga spot foto estetik Rp3 ribu jadi magnet hiburan warga selama sebulan penuh. Warga terhibur. 

Gemerlap lampu warna-warni mulai menghiasi malam di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Ratusan warga tampak memadati area Pasar Malam Festival 2026  yang resmi dibuka dan langsung mencuri perhatian masyarakat sejak malam pertama. 

Festival rakyat ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 9 Mei hingga 14 Juni 2026, dan dibuka setiap hari sebagai ruang hiburan keluarga bagi warga sekitar.

Cahaya Wahana dan Tawa Pengunjung

Festival Walet Emas 2026 di TMII: Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jabodetabek

Dari kejauhan,  menjadi ikon utama festival berupa bianglala raksasa berdiri megah dengan balutan lampu neon biru, ungu, dan merah muda yang berpendar di langit malam Batujajar. Wahana itu menjadi titik favorit pengunjung untuk berswafoto maupun menikmati suasana malam dari ketinggian. 

Tak jauh dari sana, suara teriakan dan tawa pengunjung terdengar dari wahana Ontang Anting yang berputar cepat dengan dekorasi lampu berbentuk bintang. 

Sementara itu, anak-anak tampak memadati area Istana Balon lengkap dengan perosotan warna-warni dan karakter balon raksasa yang menjadi daya tarik tersendiri. 

Pasar Malam Festival 2026
di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto -  Anne Y Wachyuni)
Pasar Malam Festival 2026
di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto – Anne Y Wachyuni)

Nuansa pasar malam terasa semakin hidup dengan deretan musik hiburan, aroma jajanan kaki lima, hingga ramainya keluarga yang datang berbondong bondong bersama anak-anak mereka. 

Spot Foto Rp3 Ribu Jadi Favorit Remaja 

Majelis Sayur Kembangkan Kurikulum Sekolah Tani Kota, Ajak Kaum Urban Bertani di Lahan Terbatas

Selain wahana permainan, panitia juga menghadirkan spot foto kekinian yang dipenuhi dekorasi bunga dan pencahayaan ring light. Menariknya, pengunjung hanya dikenakan tarif Rp3.000 untuk berfoto sepuasnya tanpa batas jumlah orang.

Tak heran jika area tersebut dipadati kalangan remaja yang rela mengantre demi mengabadikan momen bersama teman maupun keluarga. 

Harga Wahana Ramah Kocek 

Pasar malam ini juga dinilai ramah bagi masyarakat karena harga tiket wahana relatif terjangkau. Sebagian besar permainan dibanderol Rp10.000 per orang.

Adapun wahana seperti Kincir, Kora-kora, Ontang Anting, Ombak Banyu, Carousel, Kincir Mini, Kereta, hingga Palm Safari dapat dinikmati dengan harga Rp10.000. Sementara beberapa permainan lain seperti Istana Balon, Handboat, Trampolin, dan Mobil Remote dipatok Rp15.000 per tiket. 

Terjual 8,3 Juta dalam Sebulan, Sosis Yummy Choice Indomaret Catat Rekor MURI

Membuka Peluang Rezeki Warga Sekitar

Kehadiran pasar malam tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Deretan pelaku UMKM lokal tampak memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak makanan, minuman, hingga mainan anak.

Salah satu pedagang, Mama Riffa, mengaku bersyukur dapat ikut berjualan selama festival berlangsung. Lapaknya yang menjual aneka mainan plastik dan balon karakter ramai didatangi anak-anak.

“Alhamdulillah dengan adanya pasar malam saya bisa berjualan. Dagangan dan spot foto saya juga laris,” ujarnya sambil melayani pembeli. 

Pasar Malam Festival 2026
di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto -  Anne Y Wachyuni)
Pasar Malam Festival 2026
di Lapangan Perum Pangauban Silih Asih, Pangauban, Batujajar, Jawa Barat. (Foto – Anne Y Wachyuni)

Anak-Anak Bahagia, Emak-Emak Mulai Khawatir Dompet

Ramainya pengunjung didominasi keluarga yang datang mengantar anak-anak menikmati suasana pasar malam. Antusiasme anak-anak terlihat dari berbagai ekspresi polos mereka setelah mencoba wahana permainan.

“Seru banget naik Ombak Banyu, sampai dua kali aku naiknya. Nggak kapok,” ujar Adrianne, siswi kelas 3 SD.

Berbeda dengan Adrianne, Alya justru lebih tertarik berburu jajanan kuliner dibanding mencoba wahana permainan.

“Aku lebih suka jajan makanannya. Banyak yang enak-enak,” katanya sambil tersenyum. 

Sementara Nicole tampak enggan beranjak dari area Istana Balon. “Seru banget main di istana balon, sampai aku nggak mau pulang,” ujarnya polos.

Di balik riuh tawa anak-anak, para orang tua pun punya cerita sendiri. Bu Rosi, warga Perum Silih Asih, mengaku senang melihat anak-anak terhibur meski harus rela merogoh kocek lebih dalam.

“Pasar malam itu anugerah buat anak-anak, tapi musibah buat emak. Bikin jebol dompet,” katanya sambil tertawa.

Hal serupa diungkapkan Mama Naureen yang mengaku sebenarnya kurang menyukai keramaian. Namun demi menemani sang buah hati, ia tetap datang menikmati suasana festival.

“Kalau demi anak, ya harus siap mendampingi bermain,” ujarnya sambil mengawasi putrinya dari tepi wahana.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Pasar malam tersebut, kini menjadi ruang berkumpul warga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar Desa Pangauban, khususnya warga Perum Pangauban Silih Asih, Batujajar.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pasar malam, berburu kuliner, mencoba wahana permainan, atau sekadar berburu foto estetik murah meriah, festival ini menjadi destinasi hiburan rakyat yang layak masuk agenda akhir pekan. (***)