KABARHIBURAN.ID – Aktor cilik Rayhan Cornelis turut menghadiri acara amal Benefieta Vond voor Sumatra yang digelar belum lama ini di Belanda.
Rayhan datang bersama ibundanya, Ellyanie Van Den Noort, yang tampil sebagai salah satu pengisi acara dalam malam penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatra tersebut.
Kehadiran Rayhan menjadi perhatian tersendiri dalam acara yang diinisiasi Yayasan Sunda Kelapa bersama sejumlah komunitas diaspora Indonesia di Belanda.
Selain mendampingi ibunya yang bernyanyi di atas panggung, Rayhan juga menikmati suasana khas Indonesia yang dihadirkan sepanjang acara.
Malam amal tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan donasi, tetapi juga menghadirkan berbagai pertunjukan budaya Indonesia, mulai dari musik, tarian, hingga aneka kuliner Nusantara.
Bagi Rayhan yang tinggal di Belanda, momen seperti ini menjadi kesempatan untuk melepas kerinduan terhadap suasana Indonesia.

Sang ibu, Ellyanie Van Den Noort, mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, acara seperti ini selalu mendapat sambutan hangat karena menjadi ajang berkumpul sekaligus mengenang budaya Tanah Air.
“Dan orang Belanda sangat antusias suka banget acara gini karena ada kebudayaan, tarian, makanan, apalagi orang-orang Indonesia yang tinggal di Belanda sangat mendukung, bisa bersilaturahmi dengan WNI yang lain dan temu kangen budaya kita,” ujar Ellyanie.
Bagi Rayhan sendiri, salah satu hal yang paling dinikmati dalam acara tersebut adalah sajian makanan Indonesia yang disediakan panitia.
Kehadiran berbagai kuliner Nusantara membuat suasana terasa semakin dekat dengan kampung halaman dan menjadi obat rindu bagi diaspora Indonesia yang tinggal jauh dari Tanah Air.
Sekitar 200 orang menghadiri acara tersebut. Sebanyak 12 pengisi acara seperti Gracia as, mehaga, Hera, Vivi S, Edi S, Dewi M, dan lainnya. Turut berpartisipasi juga, yakni sembilan penyanyi dan tiga penari yang tampil secara bergantian sepanjang malam.
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang selama ini dijalankan Yayasan Sunda Kelapa.

Sejak berdiri, Yayasan Sunda Kelapa rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
“Khusus untuk malam ini karena ada bencana banjir di Sumatra,” kata penyelenggara.
Mereka juga mengungkapkan bahwa kegiatan serupa telah beberapa kali dilakukan sejak 2008 dan acaranya digelar secara mandiri maupun bekerja sama dengan berbagai organisasi lain, termasuk KBRI di Belanda.
Meski tidak menetapkan target donasi yang terlalu besar, panitia bersyukur karena dana yang terkumpul berhasil melampaui target awal.
Seluruh kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan para donatur, relawan, dan pengisi acara yang berpartisipasi untuk tujuan kemanusiaan.
Sementara itu, Louk Aznam selaku perwakilan dari Yayasan Sunda Kelapa mengatakan bahwa yayasannya memang berfokus kepada banjir Sumatra.
“Sebenarnya yayasan kami sudah dari tahun 2008 itu juga gara gara tahun 2004 Tsunami,” jelasnya.
Vivi Soebono penyanyi yang sempat viral saat menyanyikan lagu Sweet Child O’Mine dengan mengenakan kebaya mengatakan jika aksi perduli bencana memang selalu rutin dilakukan para warga Indonesia yang tinggal di Belanda.
“Peduli banget, kayak udah lewat tapi mereka masih butuh uang. Kita artis-artis Indonesia di Belanda banyak yang nyumbang. Pokoknya kayak begini itu selalu perduli. Mau lombok atau segala macam setiap bencana kita selalu bikin,” ucapnya.
Saat ini, panitia masih melakukan proses pencarian mitra penyalur yang dinilai tepat dan terpercaya agar bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatra.
Dengan dukungan diaspora Indonesia di Belanda, mereka berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban yang membutuhkan. (Ign)
