KABARHIBURAN.id – Aplikasi layanan jasa rumah tangga bTaskee, yang berbasis di Vietnam bTaskee hadir di Indonesia. Hadirnya aplikasi bTaskee diharapkan menjadi solusi tepat bagi masyarakat yang tidak ingin terbebani pekerjaan rumah tangga.
Marketing Manager bTaskee Indonesia, Diana Liudin menjelaskan bahwa pasar di Indonesia sangat potensial.
“Ini yang menjadi pertimbangan kami masuk ke Indonesia karena pemain di sektor ini masih terbatas,” kata Diana Liudin saat media gathering di Noesaka, Mega Kuningan Barat, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Beberapa jenis layanan yang disediakan aplikasi bTaskee adalah jasa home cleaning, office cleaning, AC service, upholstery service, massage dan laundry.
Sejak masuk ke Indonesia pada November 2023 lalu, hingga kini bTaskee sudah merambah setidaknya 22 kota di Indonesia.
Dalam waktu dekat bTaskee akan hadir di kota Semarang, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.
“Kita sudah ada ribuan tasker, sebutan untuk para mitra yang siap melayani asker atau konsumen,” kata Diana.
Kembali dijelaskanya, meski aplikasi yang sejenis sudah banyak di Indonesia, namun ada hal yang membuat bTaskee lebih disukai oleh mitra maupun konsumen.
Dari sisi mitra atau tasker, aplikasi bTaskee adalah dari sisi social impact.
“Para tasker merasa dilibatkan sehingga pasti lebih nyaman. Kami juga ada program gathering, grooming dan lainnya untuk para takser. Sistem pembagian revenue dimana kami hanya mengenakan 25 persen untuk biaya administrasi, membuat penghasilan para tasker menjadi besar,” kata Diana.

Sedang dari sisi konsumen, bTaskee menerapkan sistem layanan jasa yang profesional, menjunjung tinggi kenyamanan bahkan ada sistem garansi.
“Jika ada kerugian yang ditimbulkan akibat jasa layanan kami, para asker dapat mengajukan complain maksimal 7 hari tentu saja ada buktinya,” kata Diana.
Dari sekian banyak jasa layanan yang disediakan, Diana mengaku jasa massage (pijit) merupakan jasa paling diminati pelanggan. Dan untuk jasa massage ini, bTaskee banyak melibatkan kaum disabilitas.
Untuk bergabung sebagai tasker, diakui Diana tidaklah sulit. Bahkan untuk mereka yang belum memiliki pengalaman kerja, bTaksee siap memberikan pelatihan secara cuma-cuma.
“Kami targetkan setiap kota minimal ada 20 tasker. Tetapi tentu saja jika asker sudah banyak, bisa saja lebih dari 20 tasker,” jelasnya.
Aplikasi bTaskee di Vietnam kata Diana sudah membuka layanan pengasuhan anak. Namun, di Indonesia layanan tersebut belum dibuka.
“Pertimbangan banyak keluarga di Indonesia yang menggunakan jasa ART(asisten rumah tangga) atau baby sitter. Tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan buka jasa layanan pengasuhan balita,” kata Diana.
Diana pun berharap sebagaimana di Vietnam dan Thailand, bTaskee Indonesia juga akan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.
“Setelah sukses di Indonesia, kami akan ekspansi ke negara-negara lain di wilayah Asean,” katanya.
Sementara itu, aplikasi bTaskee memiliki fitur yang sederhana dan sangat mudah bagi masyarakat untuk menggunakannya. Termasuk bagi para generasi senior yang sudah tidak begitu familiar dengan internet.
“Dengan menggunakan simbol lebah, bTaskee memiliki visi untuk menyediakan pekerjaan bagi para tasker. Dengan banyaknya orderan, para tasker akan berebut layaknya lebah. Mereka akan bekerja keras seperti juga lebah yang memang dikenal pekerja keras,” pungkas Diana. (KH/ian)
