Humaniora
Beranda » Humaniora » [Puisi] Guru

[Puisi] Guru

(Foto ilustrasi - Freepik)
(Foto ilustrasi - Freepik)

Oleh: Anne.Y.Wachyuni 

Hembus angin menerpaku

Suara tawa menyapaku

Saat kali pertama kita bertemu 

Kau hadirkan ceriaku 

Candil, Limbad hingga Krisna Mukti Buka Puasa Bersama PWI Jaya Sie Musik dan Film

Engkau bagaikan lentera 

ditengah gulita — saat aku jatuh tak berdaya.

Kau buat tangisku menjadi tawa

Kita saling mengingatkan ditengah canda 

Bersamamu kita lewati hari liku 

Monolog di Ujung Ramadan

Kau warnai setiap jalan ku 

Kau selalu ada untukku

Terima kasih

Kau adalah hadiah terindah untukku.

10 Malam Terakhir: Tangisan, Harapan, dan Perpisahan dengan Ramadan

Dirimu Cahaya Penuntun Langkahku

Oleh: Anne.Y.Wachyuni 

Tanpa guru, kita hanyalah debu yang terbang tak berarah, tersapu angin tak tentu arah. 

Guru……

Ucapanmu adalah petunjuk kami Tindakanmu adalah teladan kami

Ridhomu adalah kunci sukses kami Doamu adalah berkah tak bertepi 

Jika ada yang bertanya pada kami siapa yang paling berjasa pada diri ini? 

Maka namamu yang kan kusebut pertama kali.

Karena dirimu adalah guru utama kami 

Jika pengetahuan adalah cahaya, maka dirimu adalah bintang penuntun yang memberi kami cahaya. 

Terima kasih guruku