Hot News
Beranda » Hot News » Cerita Rayhan Cornelis Vandennoort saat Ramadan dan Lebaran di Negeri Kincir Angin 

Cerita Rayhan Cornelis Vandennoort saat Ramadan dan Lebaran di Negeri Kincir Angin 

Rayhan Cornelis Vandennoort saat momen Lebaran di Belanda. (Foto - Dok. Pribadi)
Rayhan Cornelis Vandennoort saat momen Lebaran di Belanda. (Foto - Dok. Pribadi)

KABARHIBURAN.ID – Rayhan Cornelis Vandennoort, aktor cilik berbakat yang kini beranjak remaja, membagikan momen berkesan saat menjalani ibadah puasa Ramadan sekaligus merayakan Idulfitri kali ke dua di Belanda. 

Aktor kelahiran 9 Desember 2011 yang pamornya mencuat lewat film horor “Bayi Ajaib” ini, mengaku menjalani Ramadan di Negeri Kincir Angin memberikan kesan yang sangat berbeda dibandingkan di Indonesia. 

Rindu Suara Bangunkan Sahur dan Azan

Rayhan mengungkapkan momen Ramadan di Belanda sangat berbeda dengan di tanah air. Karena di lingkungan rumahnya tidak ada masjid yang dekat. 

“Jadi saya sangat rindu suara orang membangunkan sahur dan suara azan. Di sini suasana Ramadan-nya terasa kurang,” ungkapnya.

Aripat Jadi Sorotan, Sosok di Balik Layar yang Kini Mulai Dibicarakan

Rayhan Cornelis Vandennoort  saat momen Lebaran di Belanda. (Foto - Dok. Pribadi)
Rayhan Cornelis Vandennoort saat momen Lebaran di Belanda. (Foto – Dok. Pribadi)

Meski demikian, Rayhan merasa beruntung karena periode puasa tahun ini jatuh pada musim dingin (winter). Durasi puasa saat musim dingin relatif lebih singkat dan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, yakni sekitar 12 hingga 13 jam.

“Kalau puasa saat musim dingin itu enak, durasinya tidak terlalu panjang, hanya cuacanya saja yang sangat dingin. Jadi rasanya seperti berpuasa di Indonesia, tapi dengan suhu yang ekstrem,” bebernya.

Tantangan Puasa di Musim Panas

Pengalaman berbeda Rayhan rasakan saat musim panas (summer). Tantangan fisik ketika waktu siang hari menjadi jauh lebih lama,  sehingga durasi puasanya lebih panjang. 

“Jadi kita sahur jam 4 pagi lalu baru berbuka saat Maghrib jam 10 atau setengah 11 malam. Itu artinya lebih dari 18 jam berpuasa,” kenangnya.

Lagu Baru Ariel NOAH Jadi Pengantar Cerita Film “Dilan ITB 1997”

Rayhan Cornelis Vandennoort  saat momen Lebaran di Belanda. (Foto - Dok. Pribadi)
Rayhan Cornelis Vandennoort saat momen Lebaran di Belanda. (Foto – Dok. Pribadi)

Salat Id ke Amsterdam

Tantangan berikutnya saat tiba hari kemenangan, Rayhan dan keluarganya harus melakukan upaya ekstra hanya untuk melaksanakan salat Idulfitri.

Pasalnya, keterbatasan masjid di  wilayah tempat tinggalnya, ia dan keluarga harus menempuh perjalanan menuju Amsterdam.

“Di Tempat kami tinggal tidak ada masjid. Kami harus naik mobil cukup jauh, kurang lebih 1,5 jam demi bisa ikut salat Id. Belum lagi urusan parkir di Belanda yang sangat susah dan harganya luar biasa mahal,” katanya.

Indonesian Living in Holland

Rayakan Dua Dekade Berkarya, Sammy Simorangkir Gelar Konser Tunggal di Jakarta

Terlepas dari hambatan tersebut, Rayhan tetap menjalankan tradisi Lebaran dengan berkumpul bersama komunitas Indonesia di Negeri Kincir Angin tersebut. 

Mengingat lingkungannya mayoritas non-Muslim, ia mengandalkan perkumpulan Indonesian Living in Holland yang diikuti oleh ibundanya untuk tetap menjaga silaturahmi.

Rayhan Cornelis Vandennoort  saat momen Lebaran di Belanda. (Foto - Dok. Pribadi)
Rayhan Cornelis Vandennoort saat momen Lebaran di Belanda. (Foto – Dok. Pribadi)

Menikmati Menu Bakso dan Opor Ayam

Momen Lebaran Rayhan tahun ini terasa semakin hangat saat ia menghadiri undangan dari kerabat ibunya, Dewi Mas, di hari kedua Lebaran.

Acara tersebut menggabungkan perayaan ulang tahun dengan ajang halal bihalal antar warga Indonesia. Sederet menu khas nusantara pun tersaji, mulai dari bakso yang menjadi primadona hingga tumpeng lengkap. 

“Baksonya enak sekali, sampai adik saya, Kayhan, tambah tiga kali. Bahkan tamu-tamu lokal (bule) di sini juga sangat suka bakso dan makanan Indonesia lainnya,” tutur Rayhan.

Meja makan dipenuhi hidangan autentik seperti opor ayam, rendang, dendeng, karedok, sate ayam, hingga sambal goreng. 

“Adanya lontong sayur dan rendang membuat Lebaran terasa lengkap. Suasananya sangat hangat dan membuat saya merasa seperti sedang di Indonesia, walaupun sebenarnya berada di negara orang,” ungkapnya.

Tradisi THR dari Sang Ayah

Momen spesial yang juga dirasakan Rayhan saat hari Lebaran, yakni bagi-bagi uang THR. 

Meski sang ayah berdarah Belanda, tradisi khas Indonesia ini tetap dipertahankan, namun ada syaratnya.

“Syaratnya singkat tapi penuh makna. Saya harus jadi anak baik, itu saja syaratnya,” pungkas Rayhan Cornelis Vandennoort. (KH/ian)