Film
Beranda » Hiburan » Film » Gandeng Sineas Hollywood, Andrew James Garap Film Sang Legenda Balap Indonesia Tinton Soeprapto

Gandeng Sineas Hollywood, Andrew James Garap Film Sang Legenda Balap Indonesia Tinton Soeprapto

Andrew James, suami dari desainer Migi Rihasalay, bersama sineas Hollywood Tom Sebastian di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)
Andrew James, suami dari desainer Migi Rihasalay, bersama sineas Hollywood Tom Sebastian di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2025 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)

KABARHIBURAN.ID – Kisah hidup sang legenda balap Indonesia, Tinton Soeprapto, akan segera mendunia melalui layar sinema.

Sebuah proyek film biopik berskala besar yang mengangkat sejarah otomotif dan perjuangan kemerdekaan Indonesia kini tengah dipersiapkan secara matang.

​Proyek ambisius ini tidak hanya menyoroti karier sirkuit sang pembalap senior itu, melainkan juga menggali akar sejarah keluarga yang mendalam.

​Penulis dan pembuat film, Andrew James, menegaskan bahwa sosok Tinton Suprapto bukan sekadar ikon olahraga, melainkan simbol kemenangan bangsa yang memiliki nilai historis sangat tinggi.

“Kami di sini untuk bikin film tentang sejarah Pak Tinton and sejarah balap di Indonesia, karena Pak Tinton represents the struggle for independence,” ujar Andrew James ditemui selepas menghadiri Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2025 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

Cerita Fajar Nugra Beradegan Intim dengan Givina Lukita di Film Pemikat Jiwa

​Garis waktu proyek film ini bermula dari riset mendalam mengenai latar belakang keluarga Tinton Soeprapto yang ternyata memiliki keterikatan kuat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. 

Ayah dari Tinton dikenal sebagai salah satu perwira penting dalam organisasi Pembela Tanah Air (PETA), sebuah kesatuan yang kelak bertransformasi menjadi kerangka awal Angkatan Bersenjata atau Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Andrew James, suami dari desainer Migi Rihasalay, bersama sineas Hollywood Tom Sebastian dan juga Tinton Suprapto di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)
Andrew James, suami dari desainer Migi Rihasalay, bersama sineas Hollywood Tom Sebastian dan juga Tinton Suprapto di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2025 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)

​Langkah awal ini diambil untuk menunjukkan kepada generasi muda bahwa keberhasilan di dunia balap tidak muncul dari ruang hampa, melainkan dari warisan darah pejuang yang mengalir dalam tubuh keluarga tersebut. 

Pihak pembuat film menilai pentingnya elemen ini karena banyak masyarakat modern yang mulai melupakan pengorbanan para pendahulu dalam membangun pondasi bangsa.

​Melalui transisi sejarah yang emosional, narasi film akan menghubungkan kepemimpinan sang ayah di masa perang dengan kepemimpinan Tinton dalam membesarkan dunia balap, yang kemudian diteruskan oleh anak-anaknya, Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto. 

Migi Rihasalay dan Wisnu Aji, Sukses Hadirkan Koleksi “Mawar Hitam” di Face of Indonesia 2026

“Kisah epik ini dirancang sedemikian rupa agar penonton dapat melihat kontinuitas perjuangan antar-generasi dari ayah ke anak secara emosional,” ujar Andrew James yang juga suami dari desainer Migi Rihasalay ini.

​Tiga Tahun Pengembangan Kreatif dan Kolaborasi Sineas Hollywood

​Memasuki tahap pengembangan naskah dan konsep, tim produksi menghabiskan waktu selama tiga tahun terakhir untuk mengumpulkan data akurat serta menyusun formula cerita yang tepat. 

Proses yang berjalan lambat dan penuh kehati-hatian ini sengaja dilakukan demi menjaga otentisitas sejarah serta memastikan kualitas sinematik yang dihasilkan mampu bersaing di kancah global.

Andrew James bersama istrinya, desainer Migi Rihasalay, di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)
Andrew James bersama istrinya, desainer Migi Rihasalay, di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2025 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)

​Guna memperkuat daya tarik internasional, film ini bakal digarap sutradara dan produser asal Hollywood, Tom Sebastian. 

Film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua), Dua Cinta Bertemu Lagi Setelah 50 Tahun Lamanya

Hal ini turut untuk memberikan perspektif global yang segar. Tom melihat adanya keunikan tersendiri dalam karakter Tinton yang digambarkan sebagai sosok bersahaja namun memiliki karisma luar biasa yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat.

​Keterlibatan talenta Amerika ini diharapkan mampu membawa kisah lokal Indonesia ke panggung internasional dengan standar narasi perfilman dunia yang memikat. 

Tom Sebastian mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter sang tokoh utama yang dinilai sangat dekat dengan masyarakat biasa namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi sejarah otomotif.

​”He’s someone that can get along with everyone, he’s an everyday person, he’s not a politician,” kata Tom Sebastian memberikan komentarnya mengenai kepribadian Tinton Soeprapto.

​Penyusunan Teaser dan Strategi Penjaringan Investor Global

​Setelah naskah dasar terbentuk, langkah konkret berikutnya adalah memproduksi serangkaian cuplikan pendek atau teaser yang berfungsi sebagai instrumen presentasi utama kepada publik. 

Andrew James bersama istrinya, desainer Migi Rihasalay, di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)
Andrew James bersama istrinya, desainer Migi Rihasalay, di acara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards 2025 di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (Foto Rezagrapher)

Tim produksi sejauh ini telah melakukan tiga kali revisi besar terhadap teaser tersebut untuk menyempurnakan pesan visual dan emosional yang ingin disampaikan kepada calon mitra strategis.

​Pembuatan dokumen visual yang berulang ini sangat krusial dilakukan demi menarik minat para investor internasional serta membangun komunikasi formal dengan pihak pemerintah Indonesia yang diharapkan memberikan dukungan regulasi.

“Pendekatan berbasis data sejarah yang kuat menjadi modal utama tim untuk meyakinkan seluruh pemangku kepentingan bahwa proyek ini memiliki nilai investasi budaya yang sangat tinggi,” ujar Andrew James.

​Proses kurasi dokumen sejarah dan rekaman arsip masa lalu juga dilakukan secara paralel untuk memperkuat aspek dokumenter yang akan disisipkan di dalam film fiksi ini. 

Dengan menggabungkan cuplikan asli dari zaman PETA yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, film ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan melainkan juga media edukasi sejarah yang valid.

​Ekspansi Lokasi Syuting dan Rencana Peluncuran ke Publik

​Tahapan produksi kini telah bergerak ke fase pengambilan gambar di beberapa lokasi bersejarah yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan hidup sang tokoh utama. 

Beberapa cuplikan penting dilaporkan telah selesai diambil di Sirkuit Internasional Sentul serta Museum PETA yang berlokasi di Bogor untuk menangkap atmosfer perjuangan yang otentik.

​Agenda besar berikutnya yang telah dijadwalkan oleh tim produksi adalah melakukan perjalanan ke kawasan Mandalika pada bulan Oktober mendatang bersama dengan Ananda Mikola untuk melanjutkan proses pengambilan video tambahan.

“Perjalanan ke Lombok ini menandai fase akhir dari pengumpulan materi visual modern sebelum seluruh aset masuk ke tahapan pasca-produksi yang lebih kompleks,” ujar Andrew James.

​Sebelum film pendek atau teaser final ini dirilis secara resmi kepada rekan-rekan media dan masyarakat luas, pihak keluarga besar Tinton Soeprapto akan melakukan peninjauan akhir terlebih dahulu guna memberikan persetujuan formal. 

“Setelah seluruh proses verifikasi dari pihak keluarga selesai dilakukan, materi promosi perdana akan langsung didistribusikan untuk memulai kampanye publikasi skala nasional,” pungkas Andrew James. (KH/ian)