Oleh: Maman Suherman
Kabut tersaput kaki langit merepih lembut.
Senandungkan cintamu yang teramat patut.
Pagi susut embun beringsut.
Kamu menjemput pelukmu hangat lembut
Kamu tak pernah tinggalkan aku
Dalam kabut yang sendu
Dalam terang yang memandu
Aku padamu luluh tunduk sujud tak ragu
Jangan pernah tinggalkan aku
Hidupku ada di tanganMu
Lupa kerap aku padaMu
TinggalkanMu dalam senangku
LupakanMu dalam sukaku
Jangan pernah tolak lantunan tobatku
Tuhanku ku berlutut di kakiMu
Jangan pernah bergeser barang seinci dariku
Tak pernah ku bisa tanpa kasihMu
Tak pernah aku bisa tanpa kasihMu
Hasbunallah hasbunallah hasbunallah……
——————————————————————————-
Puisi berjudul Tentang Kamu Dan Kabut karya dari mantan wartawan Tabloid Nova dan Pemred Tabloid Citra, Maman Suherman ini – juga pernah dibuatkan dalam bentuk lagu. Nadanya di garap oleh Imam M.Nizar, musiknya, oleh Alang Mjk Borneo, dan Sound Engineering, Jupri.
Entah kenapa, ketika musiknya sudah jadi, ada rasa keengganan untuk penyanyi Helda Sanira membawakannya.
“Nadanya, kurang menantang Bang,” celetuk Helda.
Tak kalah sigap, Imam M.Nizar – saat itu bertindak selaku Produser bikin opsi berikutnya. Versi kedua dengan judul yang sama – dibuatkan nadanya oleh Sigit Pambudi.
Begitu usai take vocal, lagu yang nadanya diciptakan Sigit Pambudi, lagu garapan Imam M.Nizar – yang awalnya ditolak halus itu, Eh die mau juge tuh penyanyi asli Betawi membawakannya.
“Kok lama lama, nada yang Bang Nizar ciptakan jadi enak sih, ” cerita Helda akhirnya membawakan dua nada yang berbeda dalam satu puisi yang sama karya Maman Suherman.
