Film
Beranda » Hiburan » Film » Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara Aisha Raih yang  Terbaik di FFI 2025

Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara Aisha Raih yang  Terbaik di FFI 2025

Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara Aisha di setelah menerima Piala Citra di Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).
Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara Aisha di setelah menerima Piala Citra di Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

KABARHIBURAN.ID –  Festival Film Indonesia (FFI) 2025, menganugerahi aktor Ringgo Agus Rahman sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di film Panggil Aku Ayah, dan Sheila Dara Aisha dinobatkan sebagai Pemeran Utama  Perempuan Terbaik di film Sore: Istri dari Masa Depan.

“Saya kira ini berlebihan, gak nyangka. Saya sengaja tidak membawa istri saya, karena ya cukup saya saja yang hadir. Kamu tidur aja di rumah dengan anak-anak,” kata Ringgo Agus Rahman, setelah menerima Piala Citra di Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Bagi aktor kelahiran Bandung 43 tahun silam, ini adalah Piala Citra kedua selana karirnya hampir 20 tahun di film nasional. 

Piala Citra pertamanya diraih pada FFI 2006 lewat perannya dalam film Jomblo yang disutradarai Hanung  Bramantyo.

Dalam film Panggil Aku Ayah, Ringgo Agus Rahman memerankan sosok Dedi, pekerjaannya penagih utang dan hidupnya berubah total setelah  merawat seorang gadis kecil bernama Intan, yang dijadikan jaminan oleh ibunya yang terlilit utang.

Lewat Film Holy Crowd, Prilly Latuconsina Bawa ‘Pocong’ ke Cannes Film Festival 2026

Awalnya hanya dianggap beban, Dedi  perlahan-lahan mulai merasakan ikatan emosional dengan Intan melalui momen-momen sederhana. 

Kisah ini berfokus pada bagaimana kasih sayang dan rasa memiliki dapat tumbuh di antara mereka, membentuk sebuah keluarga yang tidak terduga.  

Sementara Sheila Dara Aisha sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2025 didampingi suaminya Vidi Aldiano. Keduanya sering terlihat di layar karena duduk di bagian depan.

Ketika namanya disebutkan sebagai peraih Piala Citra, dia bangkit bediri memeluk dan mencium Vidi. Dari kedua mata mereka meneteskan air mata bahagia dan haru.

“Saya ucapkan terima kasih kepada suami saya, ibu dan ayah saya. Juga kepada sutradara Yandy Laurens dan lawan main saya Oey Morgan,” kata Sheila yang sudah diprediksi akan menang.

Rilis Trailer, Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan Siap Tayang 11 Juni 2026 di Bioskop

Sheila Dara Aisha, kelahiran Bandung 33 tahun lalu, ini adalah Piala Citra kedua. 

Tahun lalu Sheila meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik lewat film Nokhtah Merah Perkawinan.

Pada tahun ini Festival Film Wartawan (FFW) dan Festival Film Bandung (FFB) pada awal Nopember menganugerahi Sheila Dara Aisha Pemeran Utama Terbaik.

Film Sore: Istri dari Masa Depan menceritakan Jonathan, seorang fotografer di Kroasia yang hidupnya berantakan dan mengabaikan kesehatan. 

Suatu hari, seorang wanita misterius bernama Sore muncul dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan, yang datang untuk mengubah takdirnya dan menyelamatkannya dari kematian dini akibat gaya hidup yang buruk.

Leo Pictures Perkenalkan Film dan Series Terbaru Lewat Showcase di Central Park Jakarta

Awalnya ragu, Jonathan akhirnya terikat dengan Sore yang penuh kasih, namun rencana Sore ternyata menyimpan rahasia besar tentang masa depan yang tak terduga. 

Penghargaan Piala Citra juga diberikan kepada insan perfilman Indonesia dengan berbagai unsur teknis.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang Piala Citra FFI 2025: 

Pemenang Utama Piala Citra FFI 2025

Film Cerita Panjang Terbaik: Pangku 

Sutradara Terbaik: Yandy Laurens (Sore: Istri dari Masa Depan) 

Pemeran Utama Pria Terbaik: Ringgo Agus Rahman (Panggil Aku Ayah) 

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Sheila Dara Aisha (Sore: Istri dari Masa Depan) 

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Omara Esteghlal (Pengepungan di Bukit Duri) 

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim (Pangku) 

Pemenang Penulisan & Cerita

Penulis Skenario Asli Terbaik: Reza Rahadian & Felix K. Nessi (Pangku) 

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie (Home Sweet Loan)

Pemenang Teknis & Kreatif

Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung (Pengepungan di Bukit Duri) 

Penyunting Gambar Terbaik: Hendra Adhi Susanto (Sore: Istri dari Masa Depan) 

Penata Artistik Terbaik: Eros Eflin (Pangku) 

Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama (Pengepungan di Bukit Duri) 

Penata Suara Terbaik: Ridho Fachri & Indrasetno Vyatrantra (Home Sweet Loan) 

Pencipta Lagu Tema Terbaik: Gerald Situmorang, Iga Massardi & Asteriska (Terbuang dalam Waktu – Sore: Istri dari Masa Depan) 

Penata Efek Visual Terbaik: Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio dkk (Pengepungan di Bukit Duri) 

Penata Rias Terbaik: Novie Ariyanti (Pengepungan di Bukit Duri) 

Penata Busana Terbaik: Victoria Esti Wahyuni (The Shadow Strays) 

Kategori Khusus & Pilihan Penonton

Film Animasi Panjang Terbaik: Jumbo 

Film Animasi Pendek Terbaik: So I Pray (menurut Tabloid Bintang) 

Film Cerita Pendek Terbaik: Sammi, Who Can Detach His Body Parts 

Dokumenter Panjang Terbaik: Tambang Emas Ra Ritek 

Dokumenter Pendek Terbaik: Sie 

Karya Kritik Film Terbaik: Rambut Dalam ‘Nana’, Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama – Catra Wardhana 

Piala Antemas (Film Populer/Box Office): Jumbo 

Pengabdian Seumur Hidup:

El Manik (aktor)

Franki Raden (penata musik) 

Akt Actor Pilihan Penonton: El Putra Sarira (Rangga & Cinta) 

Aktor Pilihan Penonton:

El Putra Sarira (Rangga & Cinta). (KH/***)