Humaniora
Beranda » Humaniora » Anggap Aku Telah “Hijrah” ke Dimensi hidup yang Berbeda

Anggap Aku Telah “Hijrah” ke Dimensi hidup yang Berbeda

Oleh: Imam M.Nizar, S.Pd. 

Ketika Aku Menolog 

Jika selama ini kehadiranku hanya menjadi beban dalam benakmu, menghadirkan gelisah pada setiap langkah dan keraguan pada setiap jeda, maka malam ini izinkan aku melepaskan semua harap yang pernah kusandarkan padamu. Lupakanlah aku. 

Anggap saja aku telah pergi jauh dari lintasan hidupmu, menyeberangi cakrawala yang tak lagi dapat dijangkau oleh pandangan maupun kenangan. Hijrah ke dimensi hidup yang berbeda. 

Atau anggap aku hanyalah seorang musafir yang pernah singgah sebentar di beranda hatimu, lalu melanjutkan perjalanan tanpa meninggalkan jejak yang perlu dikenang. 

Meraba Takdir di Sepertiga Malam

Karena itu, jika memang akan membuatmu lebih tenang, blokirlah nomor kontakku malam ini juga. Hapus  semua jejak kenangan kita. Biarkan segala jalan yang menghubungkan kita tertutup dengan sempurna. Jangan sisakan celah bagi pesan-pesan yang mungkin suatu hari kembali mengetuk pintu hatimu dan mengusik ketenangan yang sedang kau bangun. 

Aku tidak ingin menjadi bayang-bayang yang terus membebani langkahmu. Aku tidak ingin namaku muncul sebagai alasan mengapa matamu kehilangan damai atau mengapa hatimu merasa bersalah. 

Biarkan aku pergi dengan seluruh rasa yang pernah kupelihara. Biarkan cintaku kembali menjadi rahasia antara langit dan malam. Sebab mencintaimu, bagiku, tak selalu berarti memiliki. Kadang cinta hanya perlu tahu kapan harus bertahan, dan kapan harus mengikhlaskan dirinya untuk menghilang. 

Rekayasa AI

Maka malam ini, untuk terakhir kalinya, aku memilih mundur dengan tenang. Semoga setelah ini hidupmu dipenuhi ketenteraman, dan semoga setiap do’a yang ku titipkan kepada Tuhan menemukan jalannya menuju kebahagiaan. 

Sementara, aku akan belajar menjadikan kehilangan sebagai guru, dan menjadikan keikhlasan sebagai rumah bagi hati yang pernah begitu sungguh mencintaimu.

Menjaring Matahari, Mencari Mata Air (Jilid 2: Ketika Jawaban Tuhan Datang Dalam Bentuk Keikhlasan)

Selamat bahagia ya. Jangan sedih lagi.

Terseyumlah…..

*****

Depok, 1 Juni 2026.

Muslimah, Madrasah Pertama dan Jalan Menuju Surga