KABARHIBURAN.id – Suasana hangat penuh semangat ukhuwah memenuhi Ruang Serbaguna Tahfidz Pondok Pesantren Modern Darus Sholihin, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025).
Di sinilah, pertemuan ketiga atau Kopdar III Lembaga Pengentasan Qur’aniyyah dan Qiroati (LPQQ) Kota Depok kembali digelar — kali ini dengan energi sinergi yang kian menguat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Haji Deden Yuliandias, Bendahara Umum II LPQQ sekaligus Ketua Tim Ekonomi Sirkular. Lantunan Shalawat Quraniyah dari Majelis Taklim Roudhotul Jannah Sukmajaya mengiringi pagi dengan suasana religius yang menyejukkan hati.
Meski tidak hadir secara langsung, kehadiran “ruh pesantren” begitu terasa kuat melalui sosok Syaikhuna K.H. Dr. Ahmad Dimyathi Badruzzaman — tokoh karismatik yang memimpin MUI Kota Depok selama dua dekade dan juga menjadi Dewan Pembina LPQQ. Sambutan atas nama beliau disampaikan oleh KH Abshori Ghifari, sebagai Khadimul Ma’had sekaligus Dewan Pembina LPQQ.
Puncak sinergi terasa ketika Ketua BAZNAS Kota Depok, K.H. Dr. Endang Ahmad Yani, menyampaikan sambutannya.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa LPQQ kini telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS. Sinergi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat basis sosial masyarakat — mulai dari ekosistem pendidikan hingga layanan kesehatan, termasuk keterlibatan lima rumah sakit besar di Depok dalam jaringan layanan umat.
Tidak hanya diskusi, acara juga menampilkan ngaji kitab At-Tibyan fī Adabi Hamalatil Qur’an, karya monumental Imam An-Nawawi.
Meski Al Ustadz Muhammad Imaduddin, Lc berhalangan, sesi tetap berjalan dengan pembacaan Bab II oleh Kang Yahya, Ketua DPD LPQQ Kota Depok. Dalam penjelasannya, ia menegaskan urgensi aktualisasi nilai-nilai dalam kitab tersebut — terutama dalam memuliakan para pengajar Al-Qur’an dan membangkitkan kembali marwah “Kyai Kampung” yang kerap terpinggirkan di tengah gegap gempita gelar akademis.
Diskusi terbuka yang dipandu Ustaz Hilal Achmad, Sekretaris Umum LPQQ Kota Depok, menjadi ruang bertukar gagasan penuh semangat. Komitmen dan antusiasme peserta kian nyata ketika sejumlah tokoh langsung menginisiasi aksi: Ustaz Muchlisin dan Ustaz Susilo membentuk KBMA (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an), Ustaz Haji Anjas memetakan wilayah kerja dan kondisi buta aksara Al-Qur’an, hingga Ustaz Walid yang menjembatani kembali rencana MOU LPQQ dengan DMI Kota Depok.
Kopdar ditutup dengan doa oleh Kyai Abdul Hamid dari Kecamatan Cilodong, menyempurnakan rangkaian acara yang sarat nilai spiritual dan sosial.
Kebersamaan kian lengkap dengan sesi foto bersama dan santap siang menu khas Sate Ayam Jago Blora, persembahan Ustaz Ahmad Sanusi.
Melalui Kopdar III ini, LPQQ Kota Depok kembali menegaskan langkahnya: bahwa sinergi bukan hanya kata, tapi gerakan nyata. Semangat kolaboratif antara LPQQ dan BAZNAS menjadi penanda kuat, bahwa gerakan literasi Al-Qur’an di Depok bukan sekadar idealisme — melainkan cita dan aksi yang terus tumbuh dan berdampak. (KH/Akizar)
