Humaniora
Beranda » Humaniora » Langkah Kombes Berhijrah Menuju Kebaikan

Langkah Kombes Berhijrah Menuju Kebaikan

Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (Kombes).
Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (Kombes).

Oleh: Cici Cahyati (Mahasiswi STIT Bandung)

KABARHIBURAN.idDi tengah arus zaman yang terus bergulir, dan terasa samar — akhirat kian terasa dekat. Maka, kebutuhan rohani untuk kembali pada kebajikan serta merapat pada nilai-nilai Al-qur’an menjadi semakin mendesak. 

Setidaknya, begitulah yang terjadi pada sekelompok wanita yang tergabung dalam Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (Kombes) telah mengambil langkah mulia—berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih dekat kepada Allah. 

Momen indah yang terabadikan dalam foto ini bukan sekadar kumpulan wanita berhijab yang tersenyum di dalam masjid, tetapi merupakan potret nyata semangat hijrah dan perjuangan dalam menapaki jalan kebaikan. 

Kumpulan Puisi Ramadan

Komunitas ini dipimpin oleh sosok inspiratif, Umi Aida, seorang pengusaha muslimah asal Sumedang yang dikenal tidak hanya sukses secara duniawi, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan spiritual kaum muslimah. 

Bersama timnya dari Kombes, beliau secara konsisten menyelenggarakan kajian rutin tiga kali dalam sebulan, khusus untuk wanita —- di Aula Klinik  Angkrek Medika, Sumedang. Saban bulannya di Masjid Al Kamil IPP, Sumedang. 

Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (Kombes).
Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (Kombes).

Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk memperluas wawasan keislaman, mempererat tali silaturahmi, serta membangun komunitas muslimah yang saling menguatkan dalam kebaikan. 

Dalam setiap kajian, bukan hanya ilmu yang dibagikan, tetapi juga semangat, motivasi, dan cinta yang tulus kepada sesama. 

Para peserta datang dari berbagai kalangan dan kecamatan di Kabupaten Sumedang, rela menempuh jarak jauh demi mengikuti kajian-kajian inspiratif ini. 

Yang Tak Bisa Dielakkan: Belajar Ikhlas Apa pun yang Terjadi

Karena bagi mereka, hijrah tidak boleh dijalani sendirian. Ketika hijrah dilakukan bersama orang-orang yang sevisi dan saling mendukung, perjalanan menuju kebaikan terasa lebih ringan, menyenangkan, dan penuh keberkahan. 

“Saya sangat bahagia dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada ibu-ibu dari Sumedang yang terus semangat dalam ketaatan dan selalu berusaha untuk bermanfaat bagi sesama,” tutur Bunda Imas Karyamah, M.Pd, salah seorang ustadzah dari Bandung yang rutin mengisi kajian bulanan di komunitas ini. 

Semoga langkah mereka menjadi inspirasi bagi muslimah lainnya untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memperluas ukhuwah Islamiyah.

Bersama kita melangkah, bersama kita tumbuh dalam iman. (KH/***)

Mengelola Perbedaan dengan Hikmah: Saat Perseteruan Jadi Jalan Kedamaian