Humaniora
Beranda » Humaniora » Migi Rihasalay Ajarkan Anak-Anak Manfaatkan Limbah Alam

Migi Rihasalay Ajarkan Anak-Anak Manfaatkan Limbah Alam

Migi Rihasalay saat mengajarkan anak-anak berkreasi dengan limbah alam di Kampung Joglo Tanjung Lesung, Banten. (Istimewa)

KABARHIBURAN.id – Migi Rihasalay, seorang
desainer dan seniman, belum lama ini kembali mengajarkan anak-anak terkait
pemanfaatan limbah alam untuk dijadikan karya seni di Kampung Joglo Tanjung
Lesung, Banten.

Dalam kegiatan itu, Migi Rihasalay tidak hanya mengajak anak-anak untuk
berkreativitas, namun juga untuk meningkatkan kesadaran mereka akan
pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis
pepohonan dan bagian-bagiannya sambil menggunakan limbah alam sebagai bahan
utama.

“Kami ingin anak-anak ini tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga
tentang keanekaragaman alam serta betapa pentingnya untuk merawatnya,” ujar
Migi dengan antusias.

Tak sendiri, Migi Rihasalay yang kerap didampingi oleh sang suami, Andrew
James, menyebutkan bahwa salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah
penggunaan kardus bekas sebagai dasar untuk menciptakan bentuk wajah.

Kumpulan Puisi Ramadan

Dengan kreativitas tinggi, anak-anak memotong kardus bekas menjadi berbagai
bentuk seperti kotak, oval, yang kemudian dijadikan sebagai dasar ekspresi
wajah.

Migi Rihasalay saat mengajarkan anak-anak berkreasi dengan limbah alam di Kampung Joglo Tanjung Lesung, Banten. (Istimewa)

Migi juga memberikan contoh ekspresi wajah yang berbeda-beda kepada
anak-anak, menggunakan ornamen limbah alam seperti ranting, daun kering,
akar, buah, dan bunga.

Hal ini tidak hanya melatih kreativitas mereka tetapi juga membantu
anak-anak untuk memahami beragam emosi yang dapat diungkapkan melalui seni.

“Anak-anak sangat senang dan antusias dalam mengerjakan proyek ini. Mereka
merasa terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan
karya seni yang indah,” tambah Migi tersenyum.

Migi mengutarakan, filosofi di balik kegiatan ini adalah untuk mengajarkan
anak-anak untuk menghargai setiap hal di sekitar mereka, termasuk sampah,
dan bagaimana hal-hal tersebut dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan
berguna.

Yang Tak Bisa Dielakkan: Belajar Ikhlas Apa pun yang Terjadi

Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya sekedar pembelajaran seni, namun
juga pembelajaran tentang kepedulian lingkungan dan penghargaan terhadap
alam.

Andrew James pun menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi
contoh bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam menjaga lingkungan
sekitar melalui kreativitas dan kepedulian.

Dengan begitu, bukan tidak mungkin bahwa suatu hari nanti, kita akan
melihat lingkungan yang lebih bersih dan indah, berkat upaya kolaboratif dari semua pihak. (KH/ave)