KABARHIBURAN.id – Sandhy Sondoro akan membuktikan bahwa musik tak mengenal batas generasi lewat konser intim bertajuk “Intimate Night with Sandhy Sondoro: Tribute to 80’s & 90’s Hits”.
Digelar pada Kamis 31 Juli 2025 di Lufre Bar & Lounge, Jakarta Selatan, konser ini bukan sekadar nostalgia, tapi juga reinterpretasi musikal yang segar dan relevan bagi penikmat musik lintas usia.
Di konser ini, Sandhy Sondoro memilih tantangan berbeda, menjadi penjembatan antara generasi klasik dan modern, lewat lagu-lagu legendaris dari era keemasan musik pop dan rock dunia, mulai dari Toto, Michael Bolton, hingga Bryan Adams, bahkan lagu-lagu Indonesia yang sarat kenangan.
“Aku ingin generasi sekarang juga bisa merasakan betapa magisnya musik tahun 80-an dan 90-an. Tapi tentu dengan pendekatan sound yang lebih fresh,” kata Sandhy Sondoro saat jumpa pers, di Lufre Bar & Lounge, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025).
Konser ini akan menampilkan Sandhy Sondoro dalam format full live band, yang memungkinkan aransemen ulang dari lagu-lagu ikonik tersebut dengan warna musikal khas dirinya, soulful, dinamis, dan tetap menghormati orisinalitas karya aslinya.

Tidak hanya menampilkan suara dan musikalitas berkualitas, konser ini juga mengedepankan intimasi dan interaksi hangat antara musisi dan penonton.
Dengan konsep ‘intimate tribute’, konser ini digadang menjadi ruang edukatif sekaligus emosional, khususnya bagi generasi muda yang belum pernah mengalami langsung masa kejayaan lagu-lagu tersebut.
Sandhy Sondoro menghadirkan kembali musik golden era dengan kemasan yang tidak ketinggalan zaman, menciptakan momen lintas generasi yang langka di skena musik saat ini.
Menurutnya, konser ini adalah pernyataan bahwa musik adalah medium lintas waktu. Ia tak hanya menghadirkan ulang lagu-lagu lama, tapi menghembuskan napas baru ke dalamnya.
Dan lewat sentuhan live band yang intim, ia mengajak para penonton, baik yang tumbuh di era itu maupun yang baru mengenal, untuk menjelajahi kembali keindahan melodi dan lirik masa lalu dalam konteks hari ini.
“Konser ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap kualitas musikal era 80–90-an, yang menurut akutak lekang dimakan zaman,” pungkas Sandhy Sondoro.(KH/ian)
