Film
Beranda » Hiburan » Film » Verona Films Ganti Judul Film Getih Anak Jadi Riba, Ini Alasannya 

Verona Films Ganti Judul Film Getih Anak Jadi Riba, Ini Alasannya 

Verona Film saat menggelar jumpa pers perubahan judul film Getih Anak menjadi Riba di CGV Grand Indonesia Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Verona Film saat menggelar jumpa pers perubahan judul film Getih Anak menjadi Riba di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

KABARHIBURAN.ID Verona Films, secara resmi mengumumkan perubahan judul film perdananya, yang semula berjudul “Getih Anak” menjadi “Riba”. 

Film bergenre horor ini merupakan hasil kolaborasi produser berpengalaman, Titin Suryani, dengan sutradara muda berbakat, Adhe Dharmastriya. 

Ceritanya sendiri diangkat dari kisah nyata yang ditulis dalam bentuk thread berjudul “Getih Anak” di akun @mitologue yang populer di media sosial X. 

Thread tersebut hingga berita ini dirilis sudah mencapai 3,9 juta pembaca dengan lebih dari 20 ribu likes.

Pergantian judul Getih Anak menjadi Riba merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Verona Films. 

Kolaborasi YPPHUI Bersama Lintas Lembaga, Gaungkan Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional 

Pasalnya, judul Getih Anak dirasa terlalu menekankan kesan horor yang eksplisit. 

Sedangkan cerita yang diangkat dalam film ini lebih menyentuh soal isu sosial yang sedang ramai terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. 

Fanny Ghassani bersama Titin Suryani selaku produser Verona Film selepas jumpa pers perubahan judul film Getih Anak menjadi Riba di CGV Grand Indonesia Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Fanny Ghassani bersama Titin Suryani selaku produser Verona Film selepas jumpa pers perubahan judul film Getih Anak menjadi Riba di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

“Akhirnya, kami memilih judul Riba untuk menggantikan judul Getih Anak karena dirasa lebih merepresentasikan inti cerita yang diangkat dalam film ini,” kata Titin Suryani, sang produser saat jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Selain itu, lanjut Titin Suryani, film Riba juga tidak hanya mengandalkan teror hantu maupun jump scare seperti di film horor lainnya. Melainkan juga ketakutan dari rasa bersalah setelah mengambil keputusan yang fatal. 

“Ini merupakan sesuatu yang jarang diangkat di film Indonesia. Kami ingin penonton film Indonesia merasakan horor yang tidak hanya datang dari sosok makhluk gaib, tetapi juga dari dosa dan karma yang tak terhindarkan,” bebernya.

Sukses di Bioskop, JUMBO Lanjut Seru-seruan Bareng Keluarga di Trans Studio Cibubur dan TSI Prigen

Riba adalah film horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga mengandung pesan moral yang penting. 

Adhe Dharmastriya sang sutradara menambahkan, dengan mengangkat tema tentang praktik ekonomi yang dilarang agama, film ini mengingatkan kita akan bahaya dari terjebak dalam hutang yang bisa menghancurkan keharmonisan serta kebahagiaan keluarga. 

“Film Riba juga diharapkan bisa menjadi peringatan bahwa tindakan yang diambil di dunia ini tidak hanya akan mempengaruhi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita dan kehidupan setelahnya,” Adhe Dharmastriya yang dikenal dengan karyanya yang beragam, di antara film Modus (2016), Nikah Yuk (2020), Iblis dalam Kandungan (2022), Almarhum (2024), dan Bangsal Isolasi (2024).

Film Riba yang dibintangi Fanny Ghassani dan Ibrahim Risyad ini, dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai tanggal 4 Desember 2025 mendatang. (KH/ian)

Trailer Garuda Di Dadaku Rilis, Film Animasi Penuh Semangat Mimpi Anak Indonesia Siap Tayang 11 Juni 2026