Humaniora
Beranda » Humaniora » Anak-Anak Yatim dan Para Mustahiq Produktif Jangan Ditelantarkan

Anak-Anak Yatim dan Para Mustahiq Produktif Jangan Ditelantarkan

Safari Dakwah Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (KMBS) edisi Februari 2026. (Foto - KMBS)
Safari Dakwah Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (KMBS) edisi Februari 2026. (Foto - KMBS)

Oleh: Cici Cahyati 

Langit di luar gedung tampak cerah pagi  itu, pkl 08.00 Wib — tak seperti hari-hari diselimuti haru yang biasanya mendung dan hujan. Cahaya matahari menyentuh halaman Gedung Dakwah Sudimampir (GDS), Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, seolah menjadi pertanda baik bagi sebuah perhelatan kebaikan yang tengah berlangsung di dalamnya. 

Safari Dakwah KMBS edisi Februari 2026, yang digelar pada 15 Februari 2026, menghadirkan suasana khidmat sekaligus hangat. 

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang temu antara kepedulian, harapan, dan ikhtiar bersama. 

Sebanyak 100 anak yatim dan 100 mustahiq produktif se-Kecamatan Tanjungkerta menjadi penerima manfaat dari gerakan sosial yang diinisiasi Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (KMBS). 

Lelaki Itu Terluka

Di bawah bimbingan Pengasuh GUPAY, Ust. Agus Supendi, S.Pd.I, semangat dakwah yang berpijak pada aksi nyata terus dihidupkan. 

Ia menekankan pentingnya menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keimanan. Dakwah, dalam konteks ini, tidak hanya berhenti pada nasihat, melainkan menjelma menjadi gerakan yang menyentuh langsung kebutuhan umat. 

Safari Dakwah Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (KMBS) edisi Februari 2026. (Foto - KMBS)
Safari Dakwah Komunitas Muslimah Berhijrah Sumedang (KMBS) edisi Februari 2026. (Foto – KMBS)

Ketua KMBS, Umi Aida, dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Dakwah bukan sekadar agenda santunan rutin. 

“Kami ingin menghadirkan harapan dan semangat baru. Anak-anak yatim dan para mustahiq produktif ini harus merasa didampingi, diberdayakan, dan diyakinkan bahwa masa depan tetap terbuka luas,” ujarnya. 

Baginya, kemandirian dan kepercayaan diri adalah fondasi penting untuk memutus rantai keterbatasan. 

Hangatnya 1 Muharram: Muhasabah di Bawah Cahaya Api Unggun

Apresiasi turut disampaikan Camat Tanjungkerta, Dr. Indra Wahyudinata, S.Sos., M.Si. Ia memuji konsistensi KMBS dalam membangun gerakan sosial berbasis kolaborasi.

Dalam pesannya kepada anak-anak yatim, ia mengingatkan agar mereka tidak berputus asa dan terus melanjutkan pendidikan. 

“Cita-cita tidak mengenal latar belakang. Teruslah belajar dan berjuang,” tuturnya. 

Dukungan juga datang dari Kepala UPZ Kecamatan Tanjungkerta, KH. Nanang Badar, S.Ag. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat jaringan kepedulian. 

Menurutnya, kolaborasi adalah kunci untuk memastikan bantuan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan dan berdampak. 

Ternyata Kita Sudah di Gerbang Senja, Hati Masih Merasa Muda

Kehadiran para pengusaha dari Lariba Islamic Indonesia, para anggota KMBS, serta Grup Pencinta Anak Yatim menambah kuat pesan bahwa gerakan kebaikan akan lebih kokoh bila dipikul bersama. 

Ruang GDS siang itu pukul 08.00 WIB – 11.30 WIB, bukan hanya menjadi tempat berkumpul, melainkan saksi tumbuhnya solidaritas sosial yang nyata.

Safari Dakwah KMBS Februari 2026 menjadi penanda bahwa kepedulian tidak pernah usang. Di tengah berbagai tantangan sosial, kolaborasi lintas elemen mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan optimisme baru. 

Langit cerah di luar gedung seakan merefleksikan suasana hati di dalamnya—bahwa harapan selalu menemukan jalannya, selama ada tangan-tangan yang bersedia saling menggenggam. (KH/***)