KABARHIBURAN.ID – Keputusan selebgram Shindy Samuel untuk menjalani serangkaian operasi body contouring bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Selain membutuhkan biaya yang fantastis, operasi ini juga memiliki risiko yang sangat tinggi.
Keputusan itu lahir dari perjalanan panjang Shindy yang telah menurunkan berat badannya hingga 112 kilogram dari sebelumnya 171 kilogram melalui prosedur bariatrik, namun menyisakan persoalan kulit berlebih yang tidak dapat diatasi tanpa intervensi medis lanjutan.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk ketidaksyukuran, melainkan upaya menyempurnakan penerimaan diri.
“Transformasi bukan tentang menghapus siapa kita di masa lalu, tapi tentang keberanian membentuk masa depan yang lebih percaya diri,” kata Shindy Samuel di klinik kecantikan Skizzle, Jakarta Selatan.
Selama 15 bulan ke depan, Shindy akan menjalani rangkaian body contouring secara bertahap di klinik Skizzle, meliputi tindakan seperti tummy tuck, breast lift, thigh lift, brachioplasty hingga breast implant.
Proses ini dirancang untuk mengembalikan proporsi tubuh agar lebih harmonis setelah penurunan berat badan ekstrem.
Shindy mengakui, citra tubuhnya di media sosial tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi nyata. Ia selama ini menutupi area tubuh tertentu dengan pakaian tertutup.
“Apa yang kalian lihat tidak seindah itu. Ada bagian yang saya tutupi,” katanya, sekaligus menjawab keraguan publik yang mempertanyakan kebutuhannya menjalani operasi lanjutan.

Pilihan menjalani tindakan di dalam negeri bukan tanpa alasan. Faktor keamanan dan kemudahan penanganan menjadi pertimbangan utama.
“Kalau terjadi apa-apa, penanganannya lebih cepat. Untuk body contouring risikonya kan jauh lebih tinggi, jadi saya pilih di Indonesia,” ujar Shindy.
Direktur Klinik Skizzle, Penny Lisdaryanti menjelaskan, pendekatan bertahap dipilih untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus kualitas hasil.
“Pada tahap awal, Shindy akan menjalani brachioplasty untuk mengencangkan area lengan hingga pinggang serta tummy tuck untuk mengangkat sisa kulit di perut. Prosedur besar ini bahkan bisa memakan waktu lebih dari delapan jam dalam satu sesi operasi,” tuturnya.
Menurut Penny, risiko utama tindakan ini adalah pendarahan mayor serta potensi gangguan pada proses penyembuhan jika pasien terlalu aktif pascaoperasi.
Oleh karena itu, pasien diwajibkan menjaga gaya hidup, termasuk menghindari rokok dan alkohol, serta menjalani perawatan luka secara disiplin.
Pendekatan personalisasi menjadi kunci keberhasilan. Tim dokter akan mendampingi Shindy selama masa pemulihan hingga 15 bulan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan hasil optimal sekaligus meminimalkan komplikasi. Bekas luka disebut tidak dapat hilang sepenuhnya, namun dapat disamarkan seiring waktu.
Klinik Skizzle adalah klinik utama berizin resmi dengan spesialis bedah plastik bersertifikasi, tanpa melibatkan tenaga nonkompeten.
Klinik ini mengedepankan standar medis nasional dan pelatihan internasional bagi para dokter, sekaligus menawarkan layanan yang lebih terjangkau agar akses terhadap bedah estetika semakin luas.
Disinggung berapa budget yang harus digelontorkannya untuk kecantikan raganya? Shindy pun mengaku menghabiskan Rp1,2 miliar.
Bagi Shindy, keputusan ini bukan sekadar estetika, melainkan perjalanan emosional menuju versi diri yang lebih utuh.
Ia mengakui sempat menghadapi komentar publik, namun akhirnya memilih berdamai dengan diri sendiri.
“Ini cara saya mencintai diri saya,” pungkas Shindy Samuel, menutup fase panjang transformasi yang kini memasuki babak baru. (KH/ian)
