KABARHIBURAN.ID – Aktris Adhisty Zara kembali menunjukkan totalitasnya di jagat seni peran di film terbarunya berjudul Rumah Singgah.
Di film drama tersebut, Zara memerankan Karla, seorang atlet lari muda yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah divonis mengidap osteosarkoma, salah satu jenis kanker tulang yang agresif.
Demi menghadirkan karakter yang kuat dan autentik, Zara tak hanya melakukan pendalaman emosi, tetapi juga menjalani riset intensif mengenai kanker serta berlatih langsung bersama mantan pelari nasional Suryo Agung Wibowo.
Persiapan Zara untuk memerankan Karla tidak dilakukan secara instan. Ia bersama para pemain lain seperti Devano Danendra dan Messi Gusti mendatangi yayasan kanker untuk bertemu langsung dengan para pasien dan memahami kehidupan mereka sehari-hari.
“Belajar banyak banget ketika kami mengunjungi langsung ke yayasan itu, karena melihat langsung anak-anak yang memiliki penyakit seperti yang karakter kami alami,” ujar Zara saat jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat (17/7/2026).
Tak hanya mengamati, para pemain juga mempelajari berbagai aspek medis mengenai kanker, mulai dari jenis penyakit, gejala, hingga penyebabnya. “Kami benar-benar kupas tuntas apa itu kanker. Apa saja jenis kanker, mungkin dari gejalanya itu bisa apa, pemicunya apa. Kami dalami semuanya,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar karakter yang mereka tampilkan terasa lebih nyata sekaligus menghormati perjuangan para penyintas kanker.
Pendalaman karakter Karla juga dilakukan Zara dengan menggali kisah nyata dari teman sang ayah yang merupakan seorang pesepeda dan pernah berjuang melawan kanker.
Menurut Zara, perjalanan hidup sosok tersebut memiliki banyak kemiripan dengan karakter yang ia perankan.
“Teman papa aku pesepeda. Perjalanan karakter aku ini sama seperti teman papa aku. Jadi aku banyak tanya juga, dan justru beliau ketika tahu perjalanan karakter aku bagaimana, jadi menginspirasi dia sebagai pengidap yang tadinya sudah hilang harapan,” tuturnya.
Pengalaman itu membuat Zara semakin memahami bagaimana perjuangan seseorang saat harus menerima diagnosis kanker sekaligus tetap mempertahankan semangat hidup.
Salah satu tantangan terbesar bagi Adhisty Zara adalah memerankan seorang atlet lari, mengingat dirinya mengaku bukan pecinta olahraga. “Aku tuh orang yang enggak suka olahraga,” kata Zara sambil tertawa.
Ia bahkan mengaku lebih menyukai aktivitas seperti bermain golf yang tidak membutuhkan banyak gerakan fisik.
Namun demi karakter Karla, Zara rela keluar dari zona nyaman. Ia mendapat pelatihan khusus dari mantan pelari tercepat Asia Tenggara, Suryo Agung, untuk mempelajari teknik berlari, postur tubuh, hingga kebiasaan seorang atlet profesional.
“Nah ketika dapat project ini aku jadi pelari. Alhamdulillah dikasih kesempatan belajar dengan atlet beneran yaitu Kak Suryo Agung,” ujarnya.
Menurut Zara, pengalaman tersebut bukan hanya membantunya membangun karakter, tetapi juga memberinya pelajaran berharga mengenai disiplin dan pentingnya menjaga kebugaran.
Disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, film Rumah Singgah mengisahkan perjalanan Karla, seorang atlet lari berbakat yang harus menghentikan impiannya setelah didiagnosis mengidap osteosarkoma.
Selama menjalani pengobatan, Karla tinggal di sebuah rumah singgah yang menjadi tempat bernaung pasien kanker. Di sana ia bertemu dengan Luki, Toni, dan Pika yang sama-sama sedang berjuang melawan penyakit mereka.
Bersama Bu Andin sebagai pengelola rumah singgah dan Mang Didu yang setia menemani, mereka belajar menemukan arti persahabatan, cinta, dan harapan di tengah keterbatasan waktu yang dimiliki.
Film Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano Danendra, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad.
Film tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. (KH/abi)
