SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film
Beranda » Film » Film Anak-Anak Bambu: Tontonan Keluarga Sarat Pesan Moral, Tayang di Hari Anak Nasional

Film Anak-Anak Bambu: Tontonan Keluarga Sarat Pesan Moral, Tayang di Hari Anak Nasional

Film Anak-Anak Bambu, produksi Theana Pictures, akan tayang di layar bioskop bertepatan di Hari Anak Nasional 2026.
Film Anak-Anak Bambu, produksi Theana Pictures, akan tayang di layar bioskop bertepatan di Hari Anak Nasional 2026.

KABARHIBURAN.ID – Film Anak-Anak Bambu – garapan rumah produksi Theana Pictures – hadir sebagai tontonan keluarga yang sarat nilai pendidikan, kemanusiaan, dan inspirasi.

Diangkat dari kisah nyata kehidupan anak-anak yatim di Rumah Bambu, film ini mengajak penonton memahami pentingnya membangun karakter generasi yang tangguh, peduli, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Penggagas Rumah Bambu, Abah Jatnika, mengatakan film ini lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda yang mulai kehilangan daya juang. 

Melalui filosofi bambu, ia ingin menanamkan nilai kebersamaan, ketangguhan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

“Bambu mengajarkan banyak hal. Ia tumbuh berumpun, saling menguatkan, lentur menghadapi badai, tetapi tetap kokoh berdiri. Nilai-nilai itulah yang ingin kami wariskan kepada anak-anak Indonesia,” ujar Abah Jatnika saat jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

​Totalitas Ari Irham Jadi Anak Band di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis

Tak hanya mengangkat filosofi bambu, film ini juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui senam yang dikembangkan Abah Jatnika.

Gerakannya memadukan berbagai aliran pencak silat Nusantara dengan teknik pernapasan, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu identitas olahraga asli Indonesia.

Produser Elma Theana (tengah) saat jumpa pers film Anak-Anak Bambu di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Produser Elma Theana (tengah) saat jumpa pers film Anak Anak Bambu di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Produser Elma Theana mengungkapkan bahwa Anak-Anak Bambu merupakan film pertamanya yang terinspirasi langsung dari kisah nyata di Rumah Bambu. 

Menurutnya, film ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa misi sosial untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.

“Film ini lahir dari kisah nyata yang saya lihat sendiri di Rumah Bambu. Kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli kepada anak-anak yatim. Karena itu, selama masa promosi kami juga mengadakan program mengajak anak-anak yatim menonton film di bioskop,” kata Elma.

Lasisi Pictures Siap Produksi Film SOFIA, Bintang Muda hingga Aktor Senior Bersatu

Film ini dijadwalkan tayang pada 23 Juli, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Menjelang penayangan, Elma mengaku telah melakukan promosi ke 10 kota sekaligus menggelar kegiatan nonton bareng bersama anak-anak yatim.

“Mudah-mudahan teman-teman bisa ikut membantu mempromosikan film ini agar semakin banyak keluarga Indonesia yang menontonnya. Gerakan yang kami lakukan juga mengajak anak-anak yatim menikmati pengalaman menonton di bioskop,” ujarnya.

Sutradara Dyan Sunu Prasetyo mengaku tertarik menggarap film ini karena ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di panti asuhan. 

Jumpa pers film Anak-Anak Bambu, produksi Theana Pictures, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Jumpa pers film Anak-Anak Bambu, produksi Theana Pictures, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Selain itu, ia menilai filosofi bambu sangat dekat dengan karakter bangsa Indonesia yang kuat, lentur, dan saling menopang.

“Film ini ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, harapan, dan masa depan. Filosofi bambu menjadi simbol bagaimana kita saling menopang dan tetap kuat menghadapi ujian hidup,” tuturnya.

Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun

Sejumlah pemain juga mengaku memperoleh pengalaman berharga selama proses produksi. Ayushita, yang memerankan karakter Bunda Neta, mengatakan film ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki proses untuk bertumbuh dan berubah menjadi lebih baik.

Sementara Irgi Fahrezi menilai kekuatan utama Anak-Anak Bambu terletak pada pesan moral yang diusungnya.

“Kami sepakat membuat karya yang berkualitas dan memiliki pesan. Film ini bukan hanya tentang anak-anak panti, tetapi juga tentang pentingnya lingkungan yang menjadi sistem pendukung bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Pemeran anak Muhammad Adhiyat, yang memerankan karakter Gebang, menyebut makna keluarga sebagai pelajaran terbesar yang ia peroleh selama syuting.

“Keluarga tidak selalu harus memiliki hubungan darah. Orang-orang di sekitar yang membuat kita nyaman juga bisa menjadi keluarga,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Nadhira, yang selain berakting juga membawakan lagu tema film. Menurutnya, Anak-Anak Bambu mengajarkan arti persahabatan, kepedulian, dan semangat untuk tetap bergembira dalam menjalani kehidupan.

Deretan pemain lain seperti Indra Birowo, Sonny Septian, Fairuz A. Rafiq, hingga King Faaz turut memperkuat pesan film ini. Mereka menilai cinta, keluarga, dan kepedulian merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia.

Melalui kisah yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Anak-Anak Bambu diharapkan menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak-anak Indonesia. (KH/ian)