Humaniora
Beranda » Humaniora » Orang Muslim Wajib Menuntut Ilmu, Orang Cerdas Tak Bisa Hidup Sendiri

Orang Muslim Wajib Menuntut Ilmu, Orang Cerdas Tak Bisa Hidup Sendiri

KABARHIBURAN.id – Pada hakikatnya, manusia itu diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk individu dan sekaligus mahluk sosial. 

Beda dengan “teori usang” dari Charles Darwin yang mengatakan bahwa manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama. Yakni, satu spesies simpanse alias kera. 

Allah SWT berfirman: 

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ 

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

[Cerpen] Diantara Dua Doa Saling Bersebrangan

QS (30)  Ar – Ruum: 21 

Di surah yang lain, Allah SWT berfirman: 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ 

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

QS ( 49) Al-Ḥujurāt:13 

[Cerpen] Sepasang Sandal di Teras Masjid

Sudah jelas, dari kedua surah ini, Allah menciptakan manusia, bukan dari sebuah makhluk lain yang mengalami evolusi ratusan ribu atau triliunan tahun lalu.

Hal ini pun, kerap didengungkan oleh ustadz Adi Hidayat dalam banyak ceramahnya, ” Saya mah, tidak ingin disebut dari keturunan kera. Sampean mau?, ” tanya Adi Hidayat pada jemaahnya yang disambut nada riuh rendah. 

Dalam surah Al Hujurat, jelas, Allah menekankan, bahwa manusia termasuk makhluk sosial untuk saling kenal mengenal. 

Artinya, manusia tak dapat hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Termasuk, kebutuhan ilmu pengetahuan. 

Di antaranya, ilmu psikologi pendidikan, misalnya. Atau yang lainnya, guna membangung peradapan. Sebab, menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.

[Cerpen] Ketika Harapan Fauzar Pudar

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

( HR.Ibnu Majah dari Anas Ra) 

Dan Allah akan mengangkat derajat setiap muslim yang berilmu. Seperti dalam firman nya. 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ 

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan didalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

QS (58) Al-Mujadalah: 11 

Esensinya, belajar ilmu pendidikan apa pun ilmunya akan sangat berguna, bagi sosok pribadi atau lingkungan. Lebih jauhnya, dapat membangun peradaban baru.

Dengan berilmu, manusia dapat menjembatani, bagaimana cara berpikir yang efektif serta dapat mengetahui sejauh mana mereka melangkah dengan ilmunya.

Orang-orang berilmu derajatnya diangkat lebih tinggi dari pada orang yang tak berilmu, alias malas belajar.

Akan tetapi  orang orang berilmu alias cerdas, tak bisa hidup sendiri. Sebab, “asalnya” manusia itu makhluk sosial, secara naluri akan mencari teman. (KH/akizar)