KABARHIBURAN.id – Rumah produksi LYTO Pictures memperkenalkan film horor terbarunya berjudul Pamali: Tumbal. Film garapan sutradara Bobby Prasetyo ini mulai 7 Agustus 2025 di seluruh bioskop tanah air.
Dalam jumpa pers yang berlangsung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025), dimeriahkan kehadiran para pemeran film Pamali: Tumbal dan kru, yakni Keisya Levronka, Fajar Nugra, Ummi Quary, Nai Djenar Maisa Ayu, Verdi Sulaeman, Dominique Sanda, Krishna Keitaro, dan Ben Bening, serta sutradara Bobby Prasetyo, penulis Evelyn Afnilia, dan produser Andi Suryanto dan Marcella Daryanani.
Pamali: Tumbal mengisahkan Putri (Keisya Levronka) yang mencari Ibunya yang hilang misterius setelah mengambil uang tumbal di jalan karena terhimpit masalah ekonomi.
Bersama dua sahabatnya, Kiki (Ummi Quary) dan Cecep (Fajar Nugra), Putri berusaha mencari kebenaran, yang ternyata membawa mereka masuk ke dalam hutan angker, pabrik tua, hingga rumah misterius yang dihuni oleh tuyul,kuntilanak hitam, dan makhluk-makhluk menyeramkan lainnya.
Namun di balik semua teror itu, muncul pertanyaan besar: apakah ada pamali atau larangan adat yang mereka lakukan hingga menimbulkan malapetaka ini?
Para cast dan kru hadir berbagi pengalaman mereka selama proses produksi, tantangan yang dihadapi dalam menghidupkan nuansa horor yang autentik, serta pesan yang ingin disampaikan melalui film ini.

“Yang sering menjadi topik pembicaraan kami di awal membuat film ini adalah pamali apa yang akan diangkat dan bagaimana mendesain tuyul yang menyeramkan, yang berbeda dari penggambaran yang sudah ada,” ujar Bobby Prasetyo.
“Setelah diskusi dan riset yang panjang, akhirnya kami tiba ke bentuk tuyul yang sekarang. Teror Tuyul digabungkan dengan Kuntilanak Hitam, membuat duo hantu yang harapannya bisa memberi dinamika horor baru di Indonesia,” sambungnya.
Sedangkan Keisya Levronka mengatakan bahwa bermain di film Pamali: Tumbal ini merupakan tantangan tersendiri, namun proses mengulik karakter Putri sangat menyenangkan.
“Banyak adegan-adegan yang menantang aku sebagai aktris, baik secara fisik Pamali Tumbal maupun emosional, salah satunya scene berantem dengan tuyul di kolam air yang diretake berkali-kali. Benar-benar pengalaman seru yang berharga,” katanya.
Bagi Ummi Quary, film ini merupakan film horor pertamanya dan pertama kali berbagi layar dengan Keisya dan Fajar.
“Lumayan memakan energi banyak saat pertama kalinya melakukan adegan stunt ku sendiri, tapi karena semua cast saling dukung dan Om Bob (Bobby Prasetyo) juga sangat open untuk diskusi karakter, proses jadi terasa mudah,” ungkapnya.

Ummi Quary menambahkan, dari awal sampai akhir, memerankan karakter Kiki ini rasanya seperti naik roller coaster. “Jadi gitu, ada lucunya, ada seramnya, ada beraninya, jadi nggak berhenti-henti kejutannya,” ucapnya.
Film Pamali: Tumbal juga merupakan debut akting bagi YouTuber Aldean “DeanKT” Tegar Gemilang.
Perannya di film ni bukan hanya sekedar cameo, tapi sebagai pemeran pendukung yang mempunyai peran penting.
Peran serta DeanKT merupakan bentuk komitmen lain dari LYTO Pictures untuk mengintegrasikan industri game dan film, serta memperluas ekosistem hiburan Indonesia.
Pamali: Tumbal sendiri merupakan adaptasi dari game berjudul Pamali: The Little Devil yang dibuat oleh studio game Storytale.
“Saat awal tidak menyangka kalau game bisa jadi film. Pamali: Tumbal merupakan kerja sama Storytale yang kesekian kalinya dengan LYTO Pictures. Senang rasanya bisa mengenalkan hantu dan budaya Indonesia yang beragam ke dunia, lewat medium yang bermacam,” ujar Arya Hamdani, Co-Founder Storytale.
Produser Pamali: Tumbal sekaligus CEO LYTO Pictures, Andi Suryanto, menyatakan bahwa Pamali: Tumbal ini adalah film yang diadaptasi berdasarkan game Indonesia dengan judul Pamali: The Little Devil.
Di film ini, penonton akan merasakan film horor yang menegangkan, dekat dengan keseharian masyarakat, terutama mengenai pamali foto bertiga, berbicara sembarangan, dan keluar setelah magrib.
“Pamali: Tumbal diharapkan dapat mengingatkan masyarakat tentang tradisi dan budaya lokal. Semoga Pamali: Tumbal mendapat sambutan positif di bioskop,” kata Andi Suryanto.
“Para pecinta horor Indonesia dijamin dapat menikmati jumpscare yang menyuguhkan tampilan Tuyul dan Kuntilanak Hitam yang baru dan mengerikan, serta dikemas apik dalam balutan drama menyentuh ibu-anak, dengan sentuhan komedi yang pas,” pungkasnya. (KH/ian)
