Film
Beranda » Hiburan » Film » Gandeng Didik Nini Thowok, Film Perempuan Pembawa Sial Hadirkan Mitos, Ritual dan Kebudayaan

Gandeng Didik Nini Thowok, Film Perempuan Pembawa Sial Hadirkan Mitos, Ritual dan Kebudayaan

KABARHIBURAN.idFilm horor itu biasanya bikin kita merinding karena sosok hantunya, jump scare-nya, atau kisah balas dendam yang mencekam. Tapi berbeda dengan film terbaru Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial. 

Film horor produksi IDN Pictures ini, bukan sekadar teriak-teriakan di bioskop, melainkan juga pengalaman budaya yang kental dengan kemistisan Jawa.

Dibintangi oleh Raihaanun, Morgan Oey, dan penampilan spesial dari maestro tari tradisional Didik Nini Thowok, film ini terinspirasi langsung dari masa kecil sang sutradara yang tumbuh besar di Yogyakarta. 

Jadi jangan heran kalau banyak detail ritual dan budaya yang terasa begitu otentik di layar lebar.

Nah, biar kamu makin penasaran, yuk kenalan dulu dengan beberapa warisan budaya yang muncul dalam film Perempuan Pembawa Sial.

MDTV dan Netflix Hadirkan Serial Drama Berjudul Keluarga Yang Tak Dirindukan

1. Bahu Laweyan

Cerita rakyat Jawa yang jadi dasar kisah film ini. Konon, perempuan dengan tanda lahir sebesar koin di bahu kiri dipercaya mengemban kutukan: setiap laki-laki yang menjalin hubungan dengannya akan mati secara tragis. Kutukan inilah yang dialami Mirah (Raihaanun) di dalam film. Mistis banget kan?

2. Ngidak Endhog

Tradisi dalam pernikahan Jawa di mana pengantin pria harus menginjak telur hingga pecah. Filosofinya? Tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan doa untuk keturunan yang baik. Tapi… kalau telurnya tidak pecah? Itu pertanda buruk, kesialan yang bisa membayangi rumah tangga. Elemen ini jadi salah satu simbol penting dalam film.

3. Sembogo

Perayaan 30 Tahun Miles Films, Sherina Munaf Terharu Kenang Elfa Secioria 

Kalau nonton trailernya, kamu pasti melihat sosok Mbah Warso (Didik Nini Thowok) meniupkan asap rokok ke wajah Mirah. 

Adegan itu terinspirasi dari tradisi Sembogo, ritual di mana dukun manten meniupkan asap rokok ke wajah pengantin wanita supaya auranya semakin memancar. Di film, tradisi ini justru memberi nuansa magis yang bikin bulu kuduk berdiri.

4. Bawang dan Buah-Buahan

Di film ini, Fajar Nugros bermain dengan simbolisme. Bawang dan buah-buahan jadi elemen berlapis yang hadir sepanjang film, seakan mengajak penonton untuk “mengupas” misteri demi misteri yang tersembunyi. 

Bahkan, film ini juga menyelipkan kisah rakyat populer Bawang Merah Bawang Putih dari Riau. Jadi, cerita yang kamu tonton bukan cuma dari satu budaya, tapi akulturasi kekayaan nusantara.

Rebecca Klopper Sempat Takut Perankan Perempuan Berhijab di Film Ahlan Singapore

5. Tembang Jawa & Mantra

Dalam film ini, Didik Nini Thowok melafalkan mantra yang dimodifikasi dari tembang Asmaradana. Tembang klasik ini dipercaya menyimpan energi mistis, membuat adegan ritual terasa semakin nyata dan bikin merinding.

Jadi, jangan bayangkan Perempuan Pembawa Sial cuma menawarkan jumpscare. Film ini membawa kita ke dalam lorong budaya, mitos, dan simbolisme Jawa yang jarang diangkat di layar lebar.

Film Perempuan Pembawa Sial akan tayang serentak di  seluruh bioskop Indonesia mulai 18 September 2025. (KH/***)