KABARHIBURAN.id – Atase Perdagangan Kedubes RI untuk Belanda, Anisa Hapsari menyambut baik Master Bagasi sebagai inovasi anak muda Indonesia yang memiliki jangkauan dunia.
“Menurut saya, ide Master Bagasi sangat bagus, apalagi untuk menjawab kebutuhan diaspora. Dari pihak KBRI tentunya, kami sangat mendukung Master Bagasi untuk berkembang lebih besar lagi,” kata Anisa saat bertemu Co-Founder Master Bagasi, Enzelia Trigati Mulyarini di Den Haag belum lama ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Minister Counsellor fungsi ekonomi Kedubes RI untuk Belgia, Toni Widhiastono. Menurutnya, langkah Master Bagasi sudah on the track dalam ekosistem digital bagi diaspora Indonesia dan mendukung UMKM Indonesia untuk go global.
“Pencapaian yang luar biasa, terutama dengan peluncuran aplikasi cross border ecommerce pertama karya anak bangsa. Kami berharap pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenal lebih dalam mengenai Master Bagasi dan perkembangan bidang usahanya, serta potensinya dalam mendukung diaspora dan UMKM Indonesia,” ujar Widhiastono beserta jajaran KBRI Belgia di Brussel.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Co Founder Master Bagasi, Enzelia atas sambutan hangat dari Kedubes RI di Belanda dan Belgia. Pertemuan ini membawa semangat yang sama, bahwa produk-produk berkualitas dari Indonesia dapat beredar di pasar internasional.
“Master Bagasi menjadi jawaban atas hal tersebut sehingga diaspora dapat mengakses dan membeli produk Indonesia dengan mudah,” kata Enzelia di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda.
Aplikasi besutan startup cross border e-commerce berdiri sejak 2021. Aplikasi pertama karya anak bangsa ini, telah diunduh lebih dari 20.000 kali di App Store maupun Play Store, di 110 negara dunia.
Harapannya, dengan kolaborasi bersama KBRI Belanda dan Belgia dan bertemu dengan diaspora Indonesia, semakin banyak warga dunia yang mengenal produk-produk berkualitas Indonesia melalui Master Bagasi.

Sementara itu, Founder dan CEO Master Bagasi, Amir Hamzah menjelaskan bahwa hingga kini, belasan ribu paket berisi ribuan produk terbaik dari ratusan merek asli Indonesia telah dibawa Master Bagasi ke penjuru dunia.
“Semakin banyak warga dunia mengenal produk-produk berkualitas khas Indonesia, maka proses diplomasi perut atau gastrodiplomasi yang dijalankan Master Bagasi bisa berjalan dan nama Indonesia semakin dikenal dengan kualitas produknya yang kompetitif,” katanya.
Hamzah optimis, Master Bagasi dapat menjadi jembatan gastrodimlomasi Indonesia di dunia internasional.
Selain itu, Master Bagasi juga dapat menjadi jembatan bagi pelaku UMKM agar mampu tumbuh dan berkembang karena produk mereka dapat masuk dalam mata rantai pasar global.
“Melalui Master Bagasi, kami berharap dapat berkontribusi dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia khususnya di sektor UMKM. Diaspora kini dapat mencari, memilih serta membeli ribuan produk terbaik dari ratusan brand asli Indonesia dengan mudah,” kata Hamzah.
“Sekali lagi, kami siap berkolaborasi bersama, bergotong royong karena semangat kita sama, yaitu untuk membangun Indonesia,” sambungnya.
Hamzah menambahkan, sambutan hangat dari dua Kedubes tersebut, menjadi penyemangat bagi Master Bagasi untuk terus menjalin kolaborasi dengan diaspora Indonesia di seluruh dunia dan semakin mengenalkan produk khas Indonesia di seluruh dunia, khususnya di Belanda dan Belgia. (KH/ian).
