Ragam
Beranda » Ragam » Sahabat Terbaik Bukan Si Fulan yang Ada di Meja Makan

Sahabat Terbaik Bukan Si Fulan yang Ada di Meja Makan

Akizar bersama teman-teman, Insya Allah teman yang baik. (Foto: dok. Pribadi)i

Oleh: Akizar

KABARHIBURAN.id – Mencari teman memang mudah

Pabila untuk teman suka

Mencari teman tidak mudah

Pabila untuk teman duka ….

Indomaret untuk Sumatera: Salurkan Bantuan dan Berikan Dukungan bagi Warga di Tengah Bencana

Sepenggal syair lagu, tajuk Sahabat diciptakan oleh Haji Rhoma Irama, patut kita renungkan bersama – di seusia kita yang tak muda lagi ini. 

Saat kita menyeruput kopi pagi dan camilan mini – terbayangkah hari hari “kemarin” yang sudah menguap di telan waktu? Habis kemana waktu kita? Pergi kemana teman kita itu?

Mungkin, sebagian dari kita, begitu banyak teman di sekeliling kita. Teman di meja makan. Teman kita masih jaya – jika tak dibilang makmur.

Bak semut dan gula. Kupu kupu dan bunga. Tawon dan madunya. Begitulah gemerlap kehidupan. Banyak membuat kita lupa pada Nya.

Ketika senja, di sisa umur kita ini. Masih banyak kah atau ada teman yang selalu setiap waktu menemani “kehidupan” kita? Jangan jangan, teman kita dahulu itu sudah pada minggat – lantaran kita tak punya taring dan pengaruh lagi. Ada yang mencemooh kita: mantan orang kaya tuh! Hem…

Victor Tawarik Ingin Love Semprong Jadi Berkat Banyak Orang

Kalau masih ada yang selalu “disisi kita” itulah yang disebut teman atau sahabat sejati. Susah senang hidup kita, dia akan selalu hadir – meski kita berada di balik jeruji besi sekali pun lantaran terfitnah masalah hukum.

Jika belum ada. Sebaiknya kita cari teman semacam itu di majelis-majelis ilmu, majelis taklim dan variannya.

Ustaz M. Alif dan Ustaz Ibnu Kharis. M. HUM alias ustaz Ahong dari pengajian Al Misbah. (Foto; Dok. Pribadi)

Rumus teman atau sahabat sejati, mudah matematikanya. Tak perlu pintar,  banyak harta, cakap bicara. Cukup: Sholeh

Orang sholeh tentunya bertaqwa. Sahabat atau teman sejati, bisa jadi di antara mereka bermusuhan. Ini kata Allah dalam Al qur’an 

Allah SWT berfirman:

Kolaborasi Yummy Choice Indomaret dan Chef Jesselyn, Hadirkan 3 Menu Cita Rasa Thailand

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ ࣖ

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.”

QS. Az-Zukhruf:67

Kata kuncinya: Taqwa. Jika kita mendapatkan  teman orang yang bertaqwa – itu lebih baik dari para si fulan si fulan dan si fulan binti si fulan.

Benar kata emak emak kita terdahulu: Sebaiknya, luhtuyeh berteman dengan pedagang minyak nyongnyong. Akan dapat baunya. Bergaul dengan tukang arang bakar, cemong lah sudah….

Ha ha ha ha

Secara implisit perkataan emak emak ini bijak untuk langkah kita kedepannya, berteman lah dengan orang orang sholeh. Paling tidak,  begitu yang akan disampaikan.

Santri pengajian Al Misbah saat menggelar kegiatan setiap malam Jumat. (Foto: Dok. Pribadi).

Mengutip dari buku Mutiara Kearifan Ali Bin Abi Thalib, oleh Muhammad Al Bagir dari beberapa sumber. Bisa jadi, ini rujukan untuk kita berteman, mencari sahabat  dengan muamalah yang baik dan benar.

Inilah, pesan dari Ali Bin Abi Thalib:

Jangan berkawan dengan orang orang berbudi  rendah. Sebab, ia akan “menjualmu” semurah harga. Jangan berteman dengan pendusta. Sebab, ia sama saja seperti fatamorgana. Mendekatkan bagimu yang jauh. Dan menjauhkan yang dekat.

Bersahabatlah dengan orang orang yang selalu berbuat baik. Niscaya, kau akan menjadi salah seorang darinya. Jauhilah orang orang yang selalu berbuat jahat. Niscaya kau akan terhindari dari akibat kejahatan mereka.

Ya, semua kembali pada tekad dan kemauan kita sendiri – juga tak lepas dari bimbingan Allah SWT. Jika kita mau. Insya Allah ada jalanNya. 

Aamiin..