KABARHIBURAN.ID – Innalillahi wa innailaihi roji’un. Kabar duka itu menyelinap pelan ke telinga kami, pekan kemarin — menyisakan sepi yang tak terperi. Hj. Yunita Ababil — sosok yang pernah mewarnai layar kaca, panggung hiburan, dan ruang batin para penggemarnya — telah berpulang ke pangkuan Sang Khaliq pada 13 Juli lalu. Ia pergi dalam senyap, setelah berjuang panjang melawan kanker payudara sejak tahun 2021.
Semesta seakan ikut berkabung. Tak ada lagi tawa renyahnya yang dulu sering menghiasi suasana. Tak ada lagi kehadiran hangat yang kerap membasuh luka orang-orang terdekatnya. Ia pergi dengan meninggalkan jejak keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan yang tak sedikit pun ternoda.
Suasana rumah duka, sejak ia dipanggil Sang Khalik — selepas Isya, dipenuhi suara doa melangitkan bersama terlantun lirih. Kami hadir sebagai teman — teman lama dan jauh serta dekat di antaranya: Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto, Imron Sadewo, Alang Mjk Borneo dan banyak lagi yang berkiprah dalam dunia musik dangdut yang engkau selami semasa hidup bersama suami, Aliq Ababil dalam meniti karier dan kehidupan bersama.

Takziah itu bukan sekadar ritual, melainkan bentuk cinta dan pengakuan kami, bahwa engkau perempuan bukan hanya selebritas. Tetapi juga pribadi yang patut dikenang dengan penuh hati.
Pusara masih basah, dan air mata kami belum jua mengering. Seolah duka ini tak ingin cepat-cepat berlalu. Kepergianmu adalah pengingat, bahwa hidup ini hanya persinggahan, dan setiap kita, sedang dalam antrian gaib — menuju hari yang telah dijanjikan-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan — suami, anak, dan menantu — semoga Allah limpahkan kekuatan dan kesabaran. Sebab kehilangan adalah ujian, namun cinta dan kenangan akan selalu hidup, bahkan setelah nisan itu tak lagi baru. Pudar.

Hj. Yunita Ababil telah berpulang, namun namanya tak akan pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam doa, dalam kenangan, dan dalam kisah yang terus kami ceritakan — dengan suara bergetar, mata berkaca, dan hati yang penuh cinta.
Selamat jalan, Yunita. Semoga Allah terima segala amalmu, ampun segala khilaf mu, dan tempatkan engkau di sisi-Nya, di tempat terbaik yang dijanjikan. (KH/Akizar)
