Musik
Beranda » Hiburan » Musik » Jazz Goes To Campus di Taman Ismail Marzuki, Sambut 50 Tahun JGTC dan 500 Tahun Jakarta

Jazz Goes To Campus di Taman Ismail Marzuki, Sambut 50 Tahun JGTC dan 500 Tahun Jakarta

Konferensi pers Jazz Goes To Campus (JGTC) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026). (Foto - YN)
Konferensi pers Jazz Goes To Campus (JGTC) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026). (Foto - YN)

KABARHIBURAN.ID – Menjelang usia emas 50 tahun, Jazz Goes To Campus (JGTC) menghadirkan format baru bertajuk “The City Series”. Acara ini memadukan talkshow reflektif dan konser big band dalam satu panggung megah di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 April 2026.

Digelar di Teater Besar TIM, rangkaian acara akan dibuka dengan sesi talkshow pukul 18.30–19.30 WIB, kemudian dilanjutkan konser utama yang menghadirkan deretan musisi dan arranger ternama Indonesia.

Pendiri JGTC, Candra Darusman, menegaskan bahwa “The City Series” merupakan bentuk konsistensi JGTC yang telah berjalan tanpa jeda selama 49 tahun sejak pertama kali digagas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1977.

JGTC di kampus tetap berjalan, dan di sisi lain kami membuat seri kegiatan di kota, khususnya di Taman Ismail Marzuki,” ujar Candra dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026).

Menurut Candra, rangkaian seri ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut 50 tahun JGTC pada 2027. Momentum tersebut selaras dengan perayaan 500 tahun Kota Jakarta yang jatuh pada tahun yang sama.

Lagu Baru Ariel NOAH Jadi Pengantar Cerita Film “Dilan ITB 1997”

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membangun sinergi budaya menuju lima abad Jakarta pada 2027. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam sesi talkshow.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, menyebut Jakarta tengah memosisikan diri sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada identitas budaya lokal.

“Tahun ini Jakarta berumur 499 tahun, dan tahun depan genap lima abad. Ini momentum besar yang sejalan dengan perjalanan JGTC,” ujarnya.

Mengangkat tema “Pencapaian Menjelang 50 Tahun JGTC serta Harapan ke Depan”, talkshow akan membahas perjalanan panjang JGTC, dinamika dan skeptisisme terhadap musik jazz, hingga asimilasi jazz dengan identitas lokal termasuk unsur Betawi.

Diskusi ini turut menghadirkan Chico Hindarto, Sri Hanuraga, Agus S. Basuni, dan dipandu oleh Kepra Prasetyo. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog lintas generasi, memperkuat peran jazz dalam ekosistem kreatif dan perkembangan kota.

Rayakan Dua Dekade Berkarya, Sammy Simorangkir Gelar Konser Tunggal di Jakarta

Konsep ini menegaskan bahwa jazz bukan sekadar hiburan, melainkan medium refleksi dan pertukaran gagasan yang inklusif serta kontekstual dengan dinamika generasi muda.

Setelah sesi diskusi, panggung akan berganti atmosfer lewat konser kolaboratif yang melibatkan para arranger kenamaan seperti Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, dan Adra Karim.

Mereka akan berkolaborasi bersama Bandung Jazz Orchestra serta vokalis Alonzo dan Rose Maryjane dalam format big band performance yang megah namun intim.

Pertunjukan dikemas dengan visual modern dan artistik, aransemen lintas genre, serta pengalaman audiens yang interaktif—menghadirkan jazz lebih dekat dengan denyut kehidupan kota. (KH/ian)

Lagu Jangan Paksa Rindu (Beda) Viral, Ifan Seventeen Rilis Video Musik