Humaniora
Beranda » Humaniora » Ngaji Ishlah Bersama LPQQ Kota Depok 

Ngaji Ishlah Bersama LPQQ Kota Depok 

حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَبَّارُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، قَالَ:

مَرَّ أَعْرَابِيٌّ بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَهُوَ يُقْرِئُ قَوْمًا الْقُرْآنَ، أَوْ قَالَ: وَعِنْدَهُ قَوْمٌ يَتَعَلَّمُونَ الْقُرْآنَ،

فَقَالَ: مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ؟

فَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ:

«يَقْتَسِمُونَ مِيرَاثَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». 

[Cerpen] Lelaki Galau Berjalan Sepi di Tengah Keramaian

“Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ubaid, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Umar bin ‘Abdurrahman al-Abbār, dari al-A‘masy, ia berkata:

Seorang Arab Badui melewati Abdullah bin Mas‘ud, sementara beliau sedang membacakan Al-Qur’an kepada sekelompok orang—atau ia berkata: di dekat beliau ada sekelompok orang yang sedang belajar Al-Qur’an.

Lalu orang Badui itu bertanya:

“Apa yang sedang dilakukan oleh mereka ini?”

Maka Ibnu Mas‘ud menjawab:

[Cerpen] Ketika “Tangan” Tak Sampai

“Mereka sedang membagi-bagi warisan Muhammad SAW 

(Sumber)

Kitab Fadhāil Al-Qur’an, karya Imam Abu Ubaid 

Makna Ungkapan

Ucapan “warisan Muhammad SAW ” yang dimaksud oleh Ibnu Mas‘ud adalah ilmu dan Al-Qur’an, karena para nabi tidak mewariskan harta, tetapi mewariskan ilmu. Berdasarkan hadits : 

[Cerpen] Ketika Silva Terikat Jiwanya 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» 

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.

Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham.

Mereka hanya mewariskan ilmu. Siapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar.”

.

(Sunan Abu Dawud, Jami’ al-Tirmidzi. Sunan Ibn Majah) 

SEJARAH KITAB:

Kitab Faḍhāʾil al‑Qurʾān ditulis oleh ulama besar abad ke-3 H:

Abu Ubaid al-Qasim ibn Sallam

Wafat: 224 H. 

Beliau berasal dari Khurasan, kemudian menetap di Baghdad dan Makkah Mukarramah. 

Beliau seorang imam dalam hadits, qira’at, bahasa Arab, dan fiqih. Beliau termasuk ulama generasi awal yang menggabungkan disiplin hadits, qira’at, dan ulum al-Qur’an. 

Kitab ini merupakan salah satu karya paling awal tentang keutamaan Al-Qur’an. Banyak ulama menyebutnya sebagai kitab rujukan klasik sebelum karya-karya yang lebih sistematis muncul pada abad berikutnya. 

Kitab ini bahkan menjadi rujukan bagi karya kemudian, seperti kitab al‑Tibyān fī Ādāb Ḥamalat al‑Qurʾān karya Imam al-Nawawi. 

الله اعلم باصواب 

والله الموفق الى اقوم الطريق ،

(LPQQ Kota Depok)