KABARHIBURAN.id – Memiliki tubuh yang sehat merupakan dambaan semua orang dari segala usia. Namun, bagi mereka yang tengah menjalani pengobatan, seperti pasien diabetes atau pasca kemoterapi, perawatan kecantikan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Menyikapi hal itu, dokter kecantikan Ayu Widyaningrum dan pemilik Widya Aesthetic Clinic, menciptakan formula kecantikan yang aman bagi mereka yang sedang dalam masa pengobatan.
Ada tiga formula yang telah diwujudkan dokter Ayu Widyaningrum, yakni Executive Stem Cell, Luxury Booster, dan Fat Transfer Nano.
“Inovasi terbaru ini saya kembangkan khusus untuk pasien diabetes dan pasca kemoterapi,” katanya kepada wartawan usai mengisi acara di Studio INews Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2024).
Dijelaskannya, pasien diabetes yang menggunakan insulin serta mereka yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah kulit seperti flek dan melasma.

Namun, bila pengobatan yang salah bisa berisiko tinggi bagi kondisi kesehatan mereka.
“Saya bekerja sama dengan rumah sakit untuk menentukan obat yang cocok. Obat tersebut kemudian kami racik dan booster ke wajah pasien, hasilnya sangat baik untuk mengatasi flek,” jelasnya.
Terkait tiga inovasi terbarunya itu, Executive Stem Cell diformulasikan untuk pasien berusia 35-40 tahun ke atas, fokus pada anti-aging.
Untuk Luxury Booster lebih dikhususkan untuk memutihkan kulit dan mengatasi flek.
Sedangkan Fat Transfer Nano berfungsi sebagai pengganti filler.

Prosedur ini menggunakan lemak tubuh pasien, diambil dari perut, lalu diolah menjadi nano fat dan disuntikkan ke area seperti kantung mata dan pipi.
“Pada beberapa kasus, pasien tidak boleh menggunakan filler, sehingga metode ini lebih aman,” jelasnya.
Dokter Ayu Widyaningrum pun menjamin bahwa formula baru inovasinya ini memiliki efek samping yang sangat minim, seperti bengkak ringan yang hilang dalam 1-2 hari.
“Efek samping sangat minim. Setelah tindakan ada bengkak normal, yang 1 atau 2 hari hilang. Tapi pada penggunakan Executive Stem Cell downtime hanya 30 detik,” katanya.
“Karena tidak ada efek negatif, formula ini bisa diterapkan berkali-kali sesuai kebutuhan pasien,” sambungnya.
Sedangkan untuk biayanya, dimulai dari Rp5 juta hingga Rp20 juta untuk sekali perawatan. (KH/ian)
